Minggu, 17 September 2023

Seperti Dongeng

Dalam Injil, ada satu peristiwa yang seperti dongeng; ketika Yesus meminta rasul Petrus memancing ikan, lalu mengambil uang 4 dirham dari ikan pertama yang dipancingnya untuk membayar pajak bagi Yesus dan Petrus. (lihat Matius 17:27)

Semasa hidup-Nya di dunia, Yesus melakukan banyak mukjizat seperti menyembuhkan orang-orang sakit, menggandakan roti, mengusir roh jahat, membangkitkan orang mati. Tetapi kisah memancing ikan dan mengambil uang dari mulut ikan untuk membayar pajak, bagaikan dongeng Hans Christian Andersen. Saya sangat menyukai kisah yang diceritakan secara singkat oleh Injil Matius ini, karena memperlihatkan Tuhan selalu punya cara tak terduga untuk menolong manusia.  

Adakah mukjizat bak dongeng yang pernah Anda alami?


Jumat, 08 September 2023

Kalah oleh Sosok Manusia

Pastor Gabriel Amorth (1 Mei 1925-16 September 2016) ditugaskan Takhta Suci Vatikan untuk melakukan pengusiran setan sejak 1986 sampai 2016. Beliau menyatakan telah melakukan 160.000 pengusiran setan selama 30 tahun pelayanannya.

Dalam buku Memories of an Exorcist karyanya, Pastor Gabriel Amorth memaparkan suatu dialog dengan setan yang diusirnya. Pastor Amorth bertanya: "Mengapa Anda merasa lebih takut, ketika saya memanggil Bunda Maria, daripada ketika saya memanggil Yesus?" "Karena aku lebih malu dikalahkan oleh sosok manusia [Bunda Maria] daripada oleh Yesus," jawab setan.

Hari ini, 8 September, Gereja Katolik merayakan kelahiran Bunda Maria; sosok manusia yang dipilih Allah Bapa untuk menjadi Ibu dari Putra-Nya yang menjelma menjadi Manusia. Selama hidup di dunia, sebagai manusia seperti kita, tentu Bunda Maria tak lepas dari berbagai godaan setan. Tetapi Bunda Maria tidak terbujuk sedikit pun oleh si jahat. Karena itu, setan lebih malu dikalahkan oleh Bunda Maria daripada oleh Yesus yang adalah Putra Allah.  

Di tengah tarikan-tarikan dunia dan berbagai tipu daya si jahat, kita perlu dekat dengan Bunda Maria, agar dapat belajar darinya cara-cara menepis godaan setan. Bunda Maria senang, jika kita datang kepadanya; seperti dikatakannya dalam penampakan kepada Santa Katarina Laboure tahun 1830: "Saya sangat senang bisa membantu anak-anak yang memohon perlindungan kepada saya. Tetapi, banyak anak yang tidak pernah datang kepada saya." 

Selamat Ulang Tahun, Bunda Surgawi. Bimbinglah kami selalu, agar tidak terbujuk godaan setan seperti yang engkau teladankan semasa hidupmu di dunia.


Sabtu, 02 September 2023

Kebebasan Memilih

Sebagai manusia, sering terjadi dilema antara kerinduan untuk hidup sepenuhnya bagi Tuhan di satu sisi, dan keinginan untuk menikmati dunia di sisi lain. 

Ketika Yesus memanggil Petrus yang sedang menjala ikan, dengan segera ia dan adiknya Andreas pergi meninggalkan perahu mereka dan mengikuti Yesus. Dalam perjalanan mengiringi Yesus yang berkeliling mewartakan Kabar Gembira, setelah Yesus memaparkan Diri-Nya sebagai Roti Hidup, banyak murid-Nya yang mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti-Nya. (lihat Yohanes 6:60-66)

Maka, Yesus pun bertanya kepada 12 rasul: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Di sini tampak Yesus memberi kebebasan bagi para rasul-Nya. Petrus menjawab, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." (Yohanes 6:67-69)

Petrus terus mengikuti Yesus, meski sempat menyangkal-Nya 3x menjelang Penyaliban Yesus karena takut menderita. Pernah pula Petrus kembali menjadi nelayan, ketika Yesus telah bangkit. Tetapi setelah Yesus naik ke surga, sampai akhir hayatnya, Petrus setia menjadi pewarta Kabar Gembira. 

Kisah hidup rasul Petrus dapat menjadi gambaran pilihan hidup seseorang untuk mengikuti Kristus. Ada pengalaman suka-duka, jatuh-bangun, keliru-bertobat. Satu hal yang pasti, Tuhan selalu memberi kebebasan kepada setiap manusia untuk memilih jalan hidupnya.