Selasa, 29 Maret 2022

Mengapa Perlu Berserah kepada Hati Bunda Maria Yang Tak Bernoda?

"Oleh karena itu, ya Bunda Allah, kepada Hatimu yang Tak Bernoda, dengan sepenuh hati kami percayakan dan kuduskan diri kami, Gereja, dan seluruh umat manusia, khususnya Rusia dan Ukraina. Terimalah pemberian diri kami yang penuh kepercayaan dan kasih....," cuplikan doa yang didaraskan Bapa Suci Paus Fransiskus, ketika mengkonsekrasikan Rusia dan Ukraina kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda pada tanggal 25 Maret 2022.

Dengan konsekrasi tersebut, Sri Paus secara khusus memohon perlindungan Tuhan melalui Bunda Maria bagi seluruh umat manusia, khususnya Rusia dan Ukraina yang sudah satu bulan bertikai. Mengapa permohonan perlindungan itu ditujukan secara khusus kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda?

Peran Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda dalam membantu keselamatan jiwa-jiwa disampaikan sendiri oleh Bunda Maria dalam beberapa kali penampakan di Fatima-Portugal tahun 1917 kepada tiga anak gembala: Lusia, Fransiskus, dan Yasinta.

* 13 Juni 1917 Bunda Maria berkata kepada Lusia: "Yesus ingin engkau membuatku dikenal dan dicintai. Ia ingin dunia mengadakan devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda. Kepada mereka yang menghayatinya, aku menjanjikan keselamatan dan Allah akan mencintai jiwa-jiwa ini bagaikan bunga-bunga yang kuletakkan untuk memperindah takhta-Nya."

* 13 Juni 1917 ketika Lusia diberitahu oleh Bunda Maria bahwa Fransiskus dan Yasinta akan ke surga lebih dahulu, Lusia bersedih. Bunda Maria berkata kepada Lusia: "Jangan kehilangan keberanian. Aku tidak akan meninggalkanmu. Hatiku yang Tak Bernoda akan menjadi tempat pengungsianmu dan jalan yang menghantarmu kepada Allah."

* 13 Juli 1917 "Persembahkan korban-korban bagi para pendosa dan ulangi sesering mungkin, secara khusus ketika mempersembahkan sebuah korban, katakankanlah: 'Yesus, semua ini demi cinta kepada-Mu, untuk pertobatan para pendosa, dan demi pemulihan dosa-dosa yang melawan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda."

* 13 Juli 1917 Bunda Maria memperlihatkan lautan api dengan setan-setan dan jiwa-jiwa di dalamnya. "Kalian baru saja melihat neraka, ke mana jiwa-jiwa para pendosa yang malang pergi. Untuk menyelamatkan mereka, Allah menginginkan untuk mengadakan devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda di dunia. Jika mereka melakukan apa yang aku katakan kepadamu, banyak jiwa akan diselamatkan...."

* 13 Juli 1917 ".... Ia [Allah] akan menghukum dunia karena kejahatan perang, kelaparan, dan penganiayaan melawan Gereja dan Paus. Untuk mencegah hal ini, aku akan datang untuk meminta penyerahan Rusia kepada Hatiku yang Tak Bernoda dan penerimaan Komuni demi pemulihan pada hari Sabtu Pertama setiap bulan. Jika permintaan-permintaanku diperhatikan, Rusia akan dipertobatkan dan mereka akan memiliki damai. Jika tidak, Rusia akan menyebarkan kesesatan ke seluruh dunia, memancing perang dan penganiyaan terhadap Gereja.

Dari pemaparan di atas, Bunda Maria 5 kali menyebut tentang Hatinya yang Tak Bernoda dalam 2 kali penampakan di Fatima. Pada penampakan di bulan Juni dan Juli ini, Bunda Maria menyatakan bahwa Yesus dan Allah yang menghendaki adanya devosi kepada Hatinya yang Tak Bernoda di dunia. Dengan berserah dan berdoa kepada Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda secara rutin, misalnya setiap Sabtu Pertama dalam bulan; kita telah memenuhi permintaan Yesus dan Allah untuk Bunda Maria.

Seperti dikatakan Bunda Maria kepada Lusia, tentu juga kepada kita semua anak-anaknya, bahwa Hatinya yang Tak Bernoda adalah tempat pengungsian dan jalan yang menghantar kepada Allah. Pendosa yang masuk ke dalam rengkuhan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda, akan disucikan dari dosa-dosanya, sehingga jiwanya selamat dari api neraka. Jiwa yang sudah disucikan ini kemudian dapat bertemu dan bersatu dengan Allah.

Kepada Hatimu yang Tak Bernoda, ya Bunda Maria, dengan sepenuh hati kami percayakan dan kuduskan diri kami....

Jumat, 25 Maret 2022

Hati yang Murni dan Suci

Santa Perawan Maria, mampukan anak-anakmu memiliki hati yang murni dan suci seperti hatimu, agar kami pun dapat berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu," dalam setiap peristiwa kehidupan kami.

Hari Raya Kabar Sukacita

Rabu, 02 Maret 2022

Di Padang Gurun

Di padang gurun Tuhan menampakkan kuasa-Nya yang sangat besar. Mazmur 78 "Pelajaran dari sejarah" memaparkan kebesaran kuasa Tuhan atas umat manusia. Allah menghendaki manusia menaruh kepercayaan kepada-Nya, tidak melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan memegang perintah-perintah-Nya. (Mzm 78:7) 
 
Tetapi ketika berada di padang gurun, umat manusia:
* Melupakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, yang telah diperlihatkan kepada mereka. (Mzm 78:11)
* Terus berbuat dosa terhadap Dia, dengan memberontak terhadap Yang Mahatinggi (Mzm 78:17)
* Mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka (Mzm 78:18)
* Memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia (Mzm 78:36)
* Tidak ingat kepada kekuasaan-Nya, kepada hari Ia membebaskan mereka dari pada lawan (Mzm 78:42)

Masa Prapaskah adalah saat umat kristiani berada di padang gurun, seperti Yesus yang berpuasa selama 40 hari. Masa Prapaskah adalah masa rahmat - pada waktu inilah, seperti dahulu di padang gurun, Tuhan menampakkan kuasa-Nya yang sangat besar. 

Bagaimana sikap dan perilaku kita ketika berada di padang gurun? Apakah kita seperti bangsa Israel yang berulang kali memberontak dan tidak percaya pada kuasa Allah; ataukah kita seperti Yesus yang sangat percaya pada kuasa Allah Bapa-Nya, sehingga dapat mengalahkan berbagai godaan si jahat?