Sabtu, 24 Juli 2021

Menyelidiki Tuhan

Mengapa orang baik itu Engkau biarkan sakit terpapar virus, kemudian Engkau memanggilnya pulang? Satu pertanyaan berkembang jadi tanda tanya tak terhingga, ketika orang-orang berhadapan dengan penyakit dan kematian di masa pandemi ini. 

Pertanyaanku menguap. Aku yakin demikian pula tanya-tanya lain yang mengudara di berbagai belahan dunia. Dalam diam malah aku menemukan jawabannya: inilah bukti ke-Mahakuasaan-Mu.
 
O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? (Roma 11:33-34)

Ya, Tuhan Allah-ku, terjadilah pada kami seturut kehendak-Mu. Kami mengakui ke-Mahakuasaan-Mu.


Jumat, 16 Juli 2021

Segera Lakukan Ini

Berserah kepada Bunda Maria secara total,
menjadi hambanya yang siap menerima apa pun yang diberikan olehnya,
maka hati kita akan menjadi tenang di masa pandemi yang mencekam ini,
karena percaya telah berada dalam perlindungan Ibu Surgawi,
seorang Ibu tentu akan memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
 
"Kami berlari kepada perlindunganmu, O Bunda Allah yang kudus.
Jangan menolak permohonan-permohonan kami dalam kesesakan kami,
tetapi bebaskanlah kami dari segala bahaya,
O, Perawan yang termulia dan terberkati." 
 (Doa Sub Tuum Praesidium - abad ke-3)

Kamis, 15 Juli 2021

Mati Raga

Dalam situasi yang mendesak saat ini, selain berdoa dengan tekun, kita perlu bermati raga. 
 
Ingatlah yang dilakukan penduduk Niniwe, ketika diperingatkan Nabi Yunus untuk bertobat (lihat Yunus 3:1-10). Raja memerintahkan semua penduduk bahkan ternak berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah. Mereka harus berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 

Bermati raga dalam hal-hal kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari. Misalnya, mengurangi waktu menyaksikan siaran televisi, diganti dengan berdoa; membagi makanan yang kita miliki kepada tetangga di sekitar kita yang sangat membutuhkan; menyapa kenalan, saudara, sahabat kita yang sedang berduka; dan perbuatan-perbuatan baik lain yang bisa kita lakukan disertai penyangkalan diri. Inilah saat kita dengan rela memikul salib, tanpa menimbang untung-rugi.

"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." (Yoel 2:12)

Kamis, 01 Juli 2021

Permohonanku

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)