Di padang gurun umat Israel bersungut-sungut karena bosan memakan roti hambar. Tuhan mendatangkan ular tedung yang memagut mereka. Menyadari kesalahan, mereka menghadap Musa untuk memohon ampun dan belas kasih Tuhan. Kemudian, Tuhan meminta Musa membuat ular tembaga yang dipasang pada tiang. Setiap orang Israel yang dipagut ular, jika memandang ular tembaga itu akan selamat. (lihat Bilangan 21:4-9)
Adakah kita yang seperti umat Israel di zaman nabi Musa? Ketika pandemi Covid-19 memporak-porandakan kehidupan seluruh warga dunia; kita tak dapat lagi berelasi dan beraktivitas seperti biasanya, apakah kita bersungut-sungut?
Kita mempertanyakan keberadaan Tuhan, lantaran Ia tidak segera bertindak menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman virus mematikan itu. Kita 'memaksa' Tuhan segera bertindak, sebelum semakin banyak manusia berpaling dari-Nya.
Sudahkah kita melakukan yang satu ini? Pandanglah salib, agar selamat.