Senin, 15 Juni 2020

Berhenti Berpikir Berlebihan

Pikiran berlebihan, mendatangkan petaka.
Lihat saja Kain yang berpikir berlebihan karena iri persembahannya tidak diterima, sedangkan persembahan adiknya berkenan kepada Allah. Muncul macam-macam pikiran buruk, yang berujung pada tindakan menghilangkan nyawa Habel, adiknya.Contoh lain, Raja Daud yang berpikir berlebihan ketika tertarik kepada Batsyeba, sehingga ia merancang segala yang buruk terhadap Uria, suami Batsyeba, agar dapat memperistri perempuan itu.  

Ketika kita sedang mengalami masalah dan berpikir, pergerakan pikiran kita seperti air dalam gelas yang sedang diaduk dengan sendok. Berputar-putar tak tentu arah, menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Akibatnya, dalam situasi pikiran keruh seperti itu, si jahat yang selalu mengintai untuk menjatuhkan manusia ke dalam dosa, dapat dengan mudah ikut masuk memberikan ide-ide buruk ke dalam pikiran kita.

Berhenti berpikir berlebihan, membantu menghindari kita jatuh ke dalam dosa akibat pikiran kita. Anda sedang menghadapi masalah? 
Stop berpikir berlebihan. 
Lebih baik datang ke hadirat Tuhan.

Rabu, 03 Juni 2020

Bunda Maria adalah Ibu Bumi

"Seluruh alam dijadikan oleh Allah, dan Allah lahir dari Maria. Allah menciptakan segala sesuatu, dan Maria melahirkan Allah. Allah yang menjadikan segala-galanya, membiarkan diri dibentuk melalui Maria, sehingga Ia membuat diri-Nya diciptakan. Ia yang dapat menciptakan segala sesuatu tanpa bahan baku, tidak mau menjadikan kembali ciptaan-Nya yang hancur tanpa bantuan Maria.

Maka, Allah adalah Bapa bumi yang diciptakan, dan Maria adalah Bunda bumi yang diciptakan kembali. Allah adalah Bapa yang oleh-Nya segala sesuatu diberi kehidupan, dan Maria adalah Bunda yang olehnya segala sesuatu diberi kehidupan baru." - Santo Anselmus, Uskup Agung dari Canterbury (1033-1109)

Sepanjang bulan Mei yang lalu, kita mendaraskan doa Rosario dengan ujud-ujud permohonan sesuai Ensiklik Paus Fransiskus Laudato Si yang menekankan perhatian kepada Ibu Bumi dan pelestarian lingkungan hidup.
 
Merefleksikan dan memahami khotbah Santo Anselmus di atas, Maria adalah Bunda bumi yang diciptakan kembali. Dalam carut-marut dunia saat ini, sudah sepatutnya kita berpaling kepada Bunda Maria, agar sebagai Bunda bumi ia berkenan mencurahkan kehidupan baru atas segala sesuatu di muka bumi ini.