Lihat saja Kain yang berpikir berlebihan karena iri persembahannya tidak diterima, sedangkan persembahan adiknya berkenan kepada Allah. Muncul macam-macam pikiran buruk, yang berujung pada tindakan menghilangkan nyawa Habel, adiknya.Contoh lain, Raja Daud yang berpikir berlebihan ketika tertarik kepada Batsyeba, sehingga ia merancang segala yang buruk terhadap Uria, suami Batsyeba, agar dapat memperistri perempuan itu.
Ketika kita sedang mengalami masalah dan berpikir, pergerakan pikiran kita seperti air dalam gelas yang sedang diaduk dengan sendok. Berputar-putar tak tentu arah, menimbulkan kebingungan dan ketidakjelasan. Akibatnya, dalam situasi pikiran keruh seperti itu, si jahat yang selalu mengintai untuk menjatuhkan manusia ke dalam dosa, dapat dengan mudah ikut masuk memberikan ide-ide buruk ke dalam pikiran kita.
Berhenti berpikir berlebihan, membantu menghindari kita jatuh ke dalam dosa akibat pikiran kita. Anda sedang menghadapi masalah?
Stop berpikir berlebihan.
Lebih baik datang ke hadirat Tuhan.