Salib Kristus terutama melambangkan penebusan dan pendamaian. Melalui salib, Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban penebus dosa bagi seluruh umat manusia. Relasi Allah dengan manusia yang sebelumnya terputus karena dosa manusia pertama di taman Eden, kini dipulihkan Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib.
Kematian dan kebangkitan Kristus juga mengajarkan kepada kita bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, justru melalui kematian itu Yesus mengalahkan maut yang sangat ditakuti manusia.
Renungkanlah lebih dalam tentang Salib Kristus, penderitaan-Nya yang sangat berat; maka kita akan menemukan pemahaman lain yang dapat menguatkan kita dalam menyusuri lembah duka kehidupan di dunia ini.
Anda pernah menderita? Tentu. Tak ada satu manusia pun yang bebas dari penderitaan. Tetapi, hati-hati. Penderitaan yang tidak dikelola dengan baik, terus-menerus diratapi; dapat membawa manusia pada musnahnya harapan. Jika tak ada lagi secercah harapan, manusia cenderung jadi apatis, memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya.
Sekarang, di tengah penderitaan Anda, cobalah memandang Salib Kristus. Selamilah penderitaan-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang menunduk, luka-luka di sekujur tubuh-Nya, sakit yang mendera akibat tusukan paku di kedua tangan dan kaki-Nya. Perlahan, Anda dapat merasakan, kesedihan dan kesengsaraan yang ditanggung Yesus ternyata jauh lebih dahsyat daripada kesedihan dan penderitaan kita. Salib kita tidak seberat Salib-Nya.
Ya Yesus, pada saat aku mengalami duka dan derita, aku akan memeluk Salib-Mu, agar aku dapat memperoleh kekuatan dari penderitaan-Mu.
Kematian dan kebangkitan Kristus juga mengajarkan kepada kita bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, justru melalui kematian itu Yesus mengalahkan maut yang sangat ditakuti manusia.
Renungkanlah lebih dalam tentang Salib Kristus, penderitaan-Nya yang sangat berat; maka kita akan menemukan pemahaman lain yang dapat menguatkan kita dalam menyusuri lembah duka kehidupan di dunia ini.
Anda pernah menderita? Tentu. Tak ada satu manusia pun yang bebas dari penderitaan. Tetapi, hati-hati. Penderitaan yang tidak dikelola dengan baik, terus-menerus diratapi; dapat membawa manusia pada musnahnya harapan. Jika tak ada lagi secercah harapan, manusia cenderung jadi apatis, memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya.
Sekarang, di tengah penderitaan Anda, cobalah memandang Salib Kristus. Selamilah penderitaan-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang menunduk, luka-luka di sekujur tubuh-Nya, sakit yang mendera akibat tusukan paku di kedua tangan dan kaki-Nya. Perlahan, Anda dapat merasakan, kesedihan dan kesengsaraan yang ditanggung Yesus ternyata jauh lebih dahsyat daripada kesedihan dan penderitaan kita. Salib kita tidak seberat Salib-Nya.
Ya Yesus, pada saat aku mengalami duka dan derita, aku akan memeluk Salib-Mu, agar aku dapat memperoleh kekuatan dari penderitaan-Mu.