Jumat, 29 Mei 2020

Pelajaran Lain dari Salib Kristus

Salib Kristus terutama melambangkan penebusan dan pendamaian. Melalui salib, Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai kurban penebus dosa bagi seluruh umat manusia. Relasi Allah dengan manusia yang sebelumnya terputus karena dosa manusia pertama di taman Eden, kini dipulihkan Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib.

Kematian dan kebangkitan Kristus juga mengajarkan kepada kita bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan, justru melalui kematian itu Yesus mengalahkan maut yang sangat ditakuti manusia.

Renungkanlah lebih dalam tentang Salib Kristus, penderitaan-Nya yang sangat berat; maka kita akan menemukan pemahaman lain yang dapat menguatkan kita dalam menyusuri lembah duka kehidupan di dunia ini.

Anda pernah menderita? Tentu. Tak ada satu manusia pun yang bebas dari penderitaan. Tetapi, hati-hati. Penderitaan yang tidak dikelola dengan baik, terus-menerus diratapi; dapat membawa manusia pada musnahnya harapan. Jika tak ada lagi secercah harapan, manusia cenderung jadi apatis, memilih jalan pintas mengakhiri hidupnya.

Sekarang, di tengah penderitaan Anda, cobalah memandang Salib Kristus. Selamilah penderitaan-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang menunduk, luka-luka di sekujur tubuh-Nya, sakit yang mendera akibat tusukan paku di kedua tangan dan kaki-Nya. Perlahan, Anda dapat merasakan, kesedihan dan kesengsaraan yang ditanggung Yesus ternyata jauh lebih dahsyat daripada kesedihan dan penderitaan kita. Salib kita tidak seberat Salib-Nya.

Ya Yesus, pada saat aku mengalami duka dan derita, aku akan memeluk Salib-Mu, agar aku dapat memperoleh kekuatan dari penderitaan-Mu.

Rabu, 13 Mei 2020

Memilih Jalan Maria Tak Bernoda

Santo Louis Marie de Montfort (1673-1716) dikenal karena devosinya yang sangat mendalam kepada Santa Perawan Maria. Dalam bukunya Bakti Sejati kepada Maria, St. Louis Marie de Montfort mengungkapkan betapa Yesus sendiri sejak awal memilih jalan melalui Maria untuk datang ke dunia. Bagaimana dengan kita?

Silakan orang membuka bagi saya sebuah jalan baru kepada Yesus Kristus – dengan segala pahala para orang suci, dengan segala keutamaan yang heroik, dengan segala kecemerlangan dan keindahan para malaikat. Namun dengan kepastian sepasti-pastinya, saya mengatakan kebenaran bahwa jalan yang sangat sempurna yang saya pilih adalah jalan Maria Tak Bernoda. Sebuah lintasan jalan tanpa cacat atau cela, tanpa noda dosa asal atau dosa pribadi, tanpa bayangan atau kegelapan.

Apabila Yesusku datang kedua kalinya ke dunia dalam kemuliaan-Nya untuk memerintah, sudah pasti Ia tidak akan mengambil jalan lain daripada jalan Maria yang dipenuhi Allah, yang telah dilalui-Nya dengan begitu aman dan sempurna, ketika Ia datang pertama kali ke dunia.

Perbedaan antara kedua kedatangan itu hanya terletak pada hal ini: kedatangan pertama berlangsung secara rahasia dan tersembunyi, sedangkan kedatangan kedua akan berlangsung dengan mulia dan gemilang. Kedua kedatangan itu sempurna, karena berlangsung lewat Maria. Sayang sekali, rahasia ini tidak dimengerti. (dari buku Bakti Sejati kepada Maria no. 158)

Minggu, 03 Mei 2020

Panggilan kepada Kekudusan

Perayaan Minggu Panggilan selalu dikaitkan dengan panggilan hidup khusus sebagai kaum religius. Namun sesungguhnya setiap manusia yang diciptakan segambar dengan Allah, memiliki panggilan utama untuk menjadi kudus seperti Sang Pencipta.

tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. (1 Petrus 1:15-16)
 

Sabtu, 02 Mei 2020

Percaya dan Tahu

Sering kali kita mau percaya terhadap sesuatu, setelah kita mengetahui bahwa sesuatu itu layak untuk dipercayai. Tetapi hari ini rasul Petrus mengatakan kepada Yesus, "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." (Yohanes 6:68-69)

Pernyataan rasul Petrus menyadarkan kita: dengan percaya terlebih dahulu, maka barulah kita akan mengetahui kebenaran.

Jumat, 01 Mei 2020

Partikel-Partikel Kasih-Mu

Virus mematikan itu berukuran sangat kecil, bisa masuk ke dalam tubuh melalui mata, hidung, dan mulut. Virus itu juga bisa bertahan di udara selama beberapa jam. Mendisiplinkan diri dengan hidup lebih higienis, sudah diterapkan semaksimal mungkin. Tetapi, bagaimana jika tanpa diketahui, virus itu menyelinap ke dalam tubuh?

"Anak-Ku, janganlah terlalu khawatir. Tidakkah engkau tahu, di udara ini ada partikel-partikel kasih-Ku? Partikel-partikel ini lebih banyak jumlahnya dan siap bergerak menyelubungi virus mematikan itu, sehingga engkau terluput dari mara bahaya. Percayalah!"