* Karena persembahannya tidak diterima, Kain yang luka batin membunuh adiknya, Habil (lihat Kejadian 4:1-16)
* Karena ditegur Yohanes Pembaptis, Herodias yang luka batin menyuruh anaknya meminta kepala Yohanes Pembaptis (lihat Matius 14:1-12)
* Karena kerap dikritik Yesus, para imam kepala dan ahli Taurat yang luka batin bersepakat membunuh Yesus (lihat Markus 14:1-2)
Ketiga contoh di atas hanyalah gambaran bagaimana seorang yang terluka batin dapat berpikir dan berbuat yang jahat dan merugikan orang lain. Apakah itu luka batin dan bagaimana cara menyembuhkannya, supaya kita tidak terdorong untuk melakukan sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan?
Seseorang yang menderita luka batin memperlihatkan ciri-ciri seperti berikut:
- Merasa tidak dikasihi oleh Allah/orang tua/keluarga/sesama
- Minder, sulit bergaul
- Mudah iri hati, pencemburu
- Pendiam, penyendiri, pemurung
- Takut tanpa alasan yang jelas
- Sering sedih, bahkan kadang mau bunuh diri
- Merasa ditolak, tidak dicintai, tidak diterima di mana2
- Merasa hidupnya tidak berguna
- Rasa bersalah berlebihan
- Selalu ragu, tak mampu mengambil keputusan
- Merasa tidak diperhatikan, kadang over acting
Apakah di antara sekian banyak ciri itu, ada yang mengena pada Anda?
Jangan cemas dan sedih. Luka batin dapat disembuhkan, asalkan Anda bersedia membuka diri.
Memang menyakitkan membuka dan menyadari luka-luka batin dalam diri kita, tetapi lebih baik sakit sebentar untuk mengalami kesembuhan daripada sakit terus-menerus seumur hidup.
Luka batin perlu ditemukan dan disembuhkan, supaya kita dapat menjadi pribadi yang mengalami damai dan sukacita dalam hidup sebagai anak Allah.
Cara menemukan dan menyembuhkan luka-luka batin dalam diri sendiri:
* Karena ditegur Yohanes Pembaptis, Herodias yang luka batin menyuruh anaknya meminta kepala Yohanes Pembaptis (lihat Matius 14:1-12)
* Karena kerap dikritik Yesus, para imam kepala dan ahli Taurat yang luka batin bersepakat membunuh Yesus (lihat Markus 14:1-2)
Ketiga contoh di atas hanyalah gambaran bagaimana seorang yang terluka batin dapat berpikir dan berbuat yang jahat dan merugikan orang lain. Apakah itu luka batin dan bagaimana cara menyembuhkannya, supaya kita tidak terdorong untuk melakukan sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan?
Di bawah ini sharing dari pengalaman mengikuti retret Penyembuhan Batin di Lembah Karmel, Cikanyere. Semoga dapat bermanfaat untuk membersihkan dan memulihkan batin yang terluka.
Luka batin adalah pengalaman negatif dan menimbulkan trauma, sehingga membentuk kepribadian yang tidak utuh. Luka batin dapat dialami sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya, saat kelahiran dan masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, hingga masa dewasa.
Setiap hari kita berpotensi terluka oleh orang-orang di sekitar kita, terutama tentu saja orang-orang terdekat dengan kita, yang paling banyak berinteraksi dengan kita.
Luka batin adalah pengalaman negatif dan menimbulkan trauma, sehingga membentuk kepribadian yang tidak utuh. Luka batin dapat dialami sejak seseorang berada dalam kandungan ibunya, saat kelahiran dan masa bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, hingga masa dewasa.
Setiap hari kita berpotensi terluka oleh orang-orang di sekitar kita, terutama tentu saja orang-orang terdekat dengan kita, yang paling banyak berinteraksi dengan kita.
Seseorang yang menderita luka batin memperlihatkan ciri-ciri seperti berikut:
- Merasa tidak dikasihi oleh Allah/orang tua/keluarga/sesama
- Minder, sulit bergaul
- Mudah iri hati, pencemburu
- Pendiam, penyendiri, pemurung
- Takut tanpa alasan yang jelas
- Sering sedih, bahkan kadang mau bunuh diri
- Merasa ditolak, tidak dicintai, tidak diterima di mana2
- Merasa hidupnya tidak berguna
- Rasa bersalah berlebihan
- Selalu ragu, tak mampu mengambil keputusan
- Merasa tidak diperhatikan, kadang over acting
Apakah di antara sekian banyak ciri itu, ada yang mengena pada Anda?
Jangan cemas dan sedih. Luka batin dapat disembuhkan, asalkan Anda bersedia membuka diri.
Memang menyakitkan membuka dan menyadari luka-luka batin dalam diri kita, tetapi lebih baik sakit sebentar untuk mengalami kesembuhan daripada sakit terus-menerus seumur hidup.
Luka batin perlu ditemukan dan disembuhkan, supaya kita dapat menjadi pribadi yang mengalami damai dan sukacita dalam hidup sebagai anak Allah.
Cara menemukan dan menyembuhkan luka-luka batin dalam diri sendiri:
- Masuk dalam keheningan
- Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus
- Mintalah kepada Yesus untuk menunjukkan luka-luka batin dengan cara perlahan-lahan kita membayangkan diri kita sejak masa dalam kandungan, setahap demi setahap memasuki masa bayi, kanak-kanak, remaja, sampai pada masa dewasa
- Menyadari dan menyerahkan luka-luka yang kita alamai itu kepada Yesus untuk disembuhkan
- Memberi pengampunan penuh kepada orang-orang yang telah menimbulkan luka-luka itu.
Tanda pengampunan kita bisa dinyatakan dengan membasuh kaki orang-orang yang telah menyakiti kita, sehingga batin kita terluka.
Memang, setelah kita memberi pengampunan, baik secara langsung atau tidak langsung (dalam refleksi yang kita lakukan bersama Yesus), tentu masih ada bekas luka batin itu. Kita perlu memulihkannya secara total dengan melakukan Meditasi Yesus, serta secara berkala menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat.
Cara melakukan Meditasi Yesus:
- Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus
- Mintalah kepada Yesus untuk menunjukkan luka-luka batin dengan cara perlahan-lahan kita membayangkan diri kita sejak masa dalam kandungan, setahap demi setahap memasuki masa bayi, kanak-kanak, remaja, sampai pada masa dewasa
- Menyadari dan menyerahkan luka-luka yang kita alamai itu kepada Yesus untuk disembuhkan
- Memberi pengampunan penuh kepada orang-orang yang telah menimbulkan luka-luka itu.
Tanda pengampunan kita bisa dinyatakan dengan membasuh kaki orang-orang yang telah menyakiti kita, sehingga batin kita terluka.
Memang, setelah kita memberi pengampunan, baik secara langsung atau tidak langsung (dalam refleksi yang kita lakukan bersama Yesus), tentu masih ada bekas luka batin itu. Kita perlu memulihkannya secara total dengan melakukan Meditasi Yesus, serta secara berkala menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen Tobat.
Cara melakukan Meditasi Yesus:
1. Duduk bersila atau bersimpuh dengan mata terpejam, kepala tegak, posisi kedua tangan terbuka, selama minimal 20 menit
2. Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus dalam keheningan
3. Nyatakan kepada Yesus secara singkat saja keinginan kita seperti: "Tuhan Yesus sembuhkan luka-luka batinku," atau "Tuhan Yesus aku mau sembuh," dan sebagainya
4. Menyebut nama Yesus berulang-ulang dalam hati, sesuai tarikan dan hembusan napas (Sebut "YE" saat menarik napas, lalu sebut "SUS" saat menghembuskan napas)
5. Merasakan Yesus hadir dan menjamah bekas luka-luka batin kita
6. Setelah 20 menit atau lebih, perlahan-lahan membuka mata kembali
Meditasi Yesus sangat baik dilakukan setiap hari, agar relasi kita dengan Yesus makin dekat. Jika kita tidak punya banyak waktu khusus untuk melakukan Meditasi Yesus, kita dapat menyebut nama "Yesus" berulang kali dalam hati, pada saat kita dalam perjalanan atau sambil melakukan pekerjaan lain seperti memasak, menyapu, dan sebagainya.
2. Berdoa mohon kehadiran Roh Kudus dalam keheningan
3. Nyatakan kepada Yesus secara singkat saja keinginan kita seperti: "Tuhan Yesus sembuhkan luka-luka batinku," atau "Tuhan Yesus aku mau sembuh," dan sebagainya
4. Menyebut nama Yesus berulang-ulang dalam hati, sesuai tarikan dan hembusan napas (Sebut "YE" saat menarik napas, lalu sebut "SUS" saat menghembuskan napas)
5. Merasakan Yesus hadir dan menjamah bekas luka-luka batin kita
6. Setelah 20 menit atau lebih, perlahan-lahan membuka mata kembali
Meditasi Yesus sangat baik dilakukan setiap hari, agar relasi kita dengan Yesus makin dekat. Jika kita tidak punya banyak waktu khusus untuk melakukan Meditasi Yesus, kita dapat menyebut nama "Yesus" berulang kali dalam hati, pada saat kita dalam perjalanan atau sambil melakukan pekerjaan lain seperti memasak, menyapu, dan sebagainya.
Setelah luka-luka batin kita dipulihkan Tuhan, sebagai manusia yang kodrati, kita mungkin tidak bisa sepenuhnya melupakan peristiwa yang menyakitkan itu; tetapi cara pandang kita jadi berbeda. Ketika kita teringat kembali akan peristiwa yang menimbulkan luka batin tersebut, kita dapat mengenangnya tanpa terluka.