Jumat, 25 Oktober 2013

Mendadak atau Menderita

Dua setengah bulan silam, sejak mengetahui Ibu mengidap sirosis hati stadium akhir, aku selalu berdoa agar di akhir hidup Ibu tidak terlalu menderita kesakitan. Rasanya tidak tega membayangkan beliau harus mengalami muntah darah karena pendarahan di lambung dan usus.

Engkau mengabulkan permohonanku, ya Tuhan. Ibu dibawa ke rumah sakit bukan karena keluhan serius, hanya tidak mau makan seharian. Tetapi, siapa sangka, begitu dimasukkan ke ruang perawatan ICU, kondisi Ibu memburuk. Dalam kurun 12 jam, beliau kembali ke pangkuanMu.

Aku kembali bertanya kepadaMu, mengapa Ibu pergi sangat mendadak? Seperti mimpi, aku berada di antara kenyataan dan kenangan. Engkau menjelaskan kepadaku, begitulah caranya jika aku tidak mau melihat Ibu banyak menderita di akhir hidup beliau.

Kepergian mendadak memang menyisakan duka dan tanya bagi orang-orang yang ditinggalkan, namun segera membebaskan orang yang sakit itu dari penderitaan. Pilihannya hanya salah satu dari dua ini: mendadak atau menderita? Ayah seorang teman menderita kanker hati. Dua bulan terakhir kondisi sang ayah memburuk dan terus berada di rumah sakit.

Ya, Yesus, aku tidak akan bertanya lagi kepadaMu terkait cara dan waktu Engkau memanggil Ibuku pulang. Engkaulah Sang Pemilik Kehidupan. PenyelenggaraanMu tidak pernah salah. Ajarilah aku untuk menerima apa yang Engkau lakukan sebagai bagian dari rencana besarMu yang belum aku ketahui saat ini.

Minggu, 06 Oktober 2013

Bersabar

Sudah dua kali Engkau membawaku ke padang gurun, belajar menanti dengan sabar penggenapanMu. Jika saat ini Engkau memintaku bersabar sebentar, tak selama berada di padang gurun, masakan aku tidak dapat memenuhi permintaanMu?

Ujian ketaatan kepadaMu telah dimulai, sejak aku menetapkan arahku hanya kepadaMu.
Ya, Yesusku, berikanlah aku kesabaranMu, agar dengan tenang aku menanti penggenapanMu yang membawa sukacita dan damai. Aku percaya Engkau akan menepati janji-janjiMu.

PerkataanMu dalam bacaan hari ini menyejukkan hatiku, membawa pengharapan dalam penantianku. Ya, aku hanya perlu bersabar.

Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. (Habakuk 2:3)
 

Selasa, 01 Oktober 2013

Berbahagialah

Berbahagialah, wahai pendosa besar!
Karena penebusan Yesus, engkau diselamatkan. 
Pertobatan sejati menghantarmu pada CintaNya yang begitu besar dan tulus.

Engkau akan sangat bersukacita, karena kebinasaan yang sepatutnya diperoleh sebagai akibat dosa, telah diganti olehNya dengan kehidupan kekal.
    
Engkau akan merasakan damai tak berbatas, karena aliran KasihNya tak terbendung, mengaliri segenap relung jiwamu.

Engkau akan terpesona menikmati keajaiban PerbuatanNya, dengan tanganNya yang perkasa Ia menuntunmu di jalan yang benar.

Adakah hal lain yang masih kau inginkan, jika semua yang terbaik dan terindah telah dianugerahkanNya kepadamu?

Berbahagialah aku.