Banyak gereja beralih fungsi di negara-negara maju, seolah umat manusia tak butuh lagi tempat untuk beribadah, menyembah dan memuji Tuhan. Lalu muncul suara-suara agar Gereja introspeksi diri, melakukan terobosan-terobosan supaya tidak ketinggalan zaman.
Apakah ajaran-ajaran Yesus Kristus yang disampaikan-Nya di muka bumi ini lebih dari 2000 tahun silam sudah ketinggalan zaman, sehingga perlu disesuaikan dengan zaman sekarang?
Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Ibrani, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing." (Ibrani 13:8-9)
Kita mengimani Yesus Kristus yang tetap sama, berarti ajaran-ajaran yang disampaikan-Nya pun tetap sama untuk zaman lampau, zaman sekarang, dan zaman yang akan datang. Berhati-hatilah menanggapi gejolak saat ini. Teguhkan iman dan pengharapan hanya pada Kebenaran Kristus.
Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. (1 Timotius 6:13-16)