Buku Bakti yang Sejati kepada Maria (True Devotion to Mary) diperkirakan ditulis oleh St. Louis-Marie de Montfort tahun 1712, sekitar 4 tahun sebelum kematiannya. Namun, naskah tulisan tangan orang kudus asal Perancis ini terabaikan selama 126 tahun!
Saat terjadi Revolusi Perancis tahun 1789, naskah tulisan ini disembunyikan di tanah pertanian untuk menghindari pemusnahan. Setelah situasi di negara Perancis membaik, naskah tersebut dikembalikan ke biara induk Serikat Maria Montfortan (SMM) di Saint-Laurent-sur-Sevre, Perancis. Tetapi, saat itu para imam SMM lebih berfokus meneruskan misi yang telah dimulai oleh St. Louis-Marie de Montfort, ketimbang menerbitkan tulisan orang kudus yang rajin berkeliling Perancis bagian barat untuk mewartakan Yesus Kristus.
Naskah tulisan tangan St. Louis-Marie de Montfort ditemukan oleh seorang imam SMM yang sedang mencari bahan retret bertema Bunda Maria di perpustakaan biara induk SMM pada 22 April 1842. Kumpulan tulisan tangan itu kemudian diserahkan kepada pimpinan tarekat. Setelah ditelaah dan diyakini sebagai tulisan tangan asli dari St. Louis-Marie de Montfort, pendiri tarekat tersebut, naskah tulisan diterbitkan tahun 1843 berupa buku Bakti yang Sejati kepada Maria.
Penemuan naskah tulisan tangan orang kudus ini bagaikan mendapatkan harta karun yang tersembunyi selama lebih dari satu abad. Harta ini kemudian disebarluaskan. Tak terbilang yang telah memperoleh pemahaman yang benar tentang bakti yang sejati kepada Bunda Maria melalui buku tersebut, di antaranya Santo Paus Yohanes Paulus II yang memakai motto Totus Tuus dari St. Louis-Marie de Montfort, dan Hamba Allah Frank Duff yang mendirikan Legio Mariae.
Inti pengajaran Santo Louis-Marie de Montfort dalam buku Bakti yang Sejati kepada Maria adalah membentuk pelayan-pelayan sejati Bunda Maria yang membaktikan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus, seperti diteladankan oleh Sang Ibunda Juruselamat. Bakti yang sejati kepada Bunda Maria bukan sekadar devosi, tetapi lebih bersifat mendasar, menyangkut relasi hati antara Ibu dengan anak.
·