Jumat, 22 April 2022

Tulisan yang Terabaikan Selama 126 Tahun

Buku Bakti yang Sejati kepada Maria (True Devotion to Mary) diperkirakan ditulis oleh St. Louis-Marie de Montfort tahun 1712, sekitar 4 tahun sebelum kematiannya. Namun, naskah tulisan tangan orang kudus asal Perancis ini terabaikan selama 126 tahun!

Saat terjadi Revolusi Perancis tahun 1789, naskah tulisan ini disembunyikan di tanah pertanian untuk menghindari pemusnahan. Setelah situasi di negara Perancis membaik, naskah tersebut dikembalikan ke biara induk Serikat Maria Montfortan (SMM) di Saint-Laurent-sur-Sevre, Perancis. Tetapi, saat itu para imam SMM lebih berfokus meneruskan misi yang telah dimulai oleh St. Louis-Marie de Montfort, ketimbang menerbitkan tulisan orang kudus yang rajin berkeliling Perancis bagian barat untuk mewartakan Yesus Kristus.

Naskah tulisan tangan St. Louis-Marie de Montfort ditemukan oleh seorang imam SMM yang sedang mencari bahan retret bertema Bunda Maria di perpustakaan biara induk SMM pada 22 April 1842. Kumpulan tulisan tangan itu kemudian diserahkan kepada pimpinan tarekat. Setelah ditelaah dan diyakini sebagai tulisan tangan asli dari St. Louis-Marie de Montfort, pendiri tarekat tersebut, naskah tulisan diterbitkan tahun 1843 berupa buku Bakti yang Sejati kepada Maria.

Penemuan naskah tulisan tangan orang kudus ini bagaikan mendapatkan harta karun yang tersembunyi selama lebih dari satu abad. Harta ini kemudian disebarluaskan. Tak terbilang yang telah memperoleh pemahaman yang benar tentang bakti yang sejati kepada Bunda Maria melalui buku tersebut, di antaranya Santo Paus Yohanes Paulus II yang memakai motto Totus Tuus dari St. Louis-Marie de Montfort, dan Hamba Allah Frank Duff yang mendirikan Legio Mariae. 

Inti pengajaran Santo Louis-Marie de Montfort dalam buku Bakti yang Sejati kepada Maria adalah membentuk pelayan-pelayan sejati Bunda Maria yang membaktikan diri sepenuhnya kepada Yesus Kristus, seperti diteladankan oleh Sang Ibunda Juruselamat. Bakti yang sejati kepada Bunda Maria bukan sekadar devosi, tetapi lebih bersifat mendasar, menyangkut relasi hati antara Ibu dengan anak.

Melalui Santa Perawan Maria-lah Yesus Kristus telah datang ke dunia, dan melalui Maria pulalah Dia harus meraja di dunia. - St. Louis-Marie de Montfort

·  

Selasa, 19 April 2022

Roh Allah dalam Raga Manusia

Paskah tahun ini, di Amerika Serikat dirilis film Father Stu. Film ini mengangkat kisah nyata seorang pria tampan, Stuart Long (1963-2014). Di masa mudanya, Stuart seorang petinju, lantas menjajal jadi aktor Hollywood. Namun kegairahan masa mudanya kandas, setelah ia mengalami kecelakaan. Motor yang dikendarainya ditabrak mobil. Tubuhnya yang terpelanting, kembali diseruduk mobil.

Yang menarik, kesaksian Stuart saat ia berada dalam keadaan koma akibat kecelakaan tersebut. Ia mendapati jiwanya keluar dari raganya. Pada kondisi demikian, ia melihat roh Allah tetap bersemayam dalam raganya. 
 
Stuart bukan orang yang religius, malah ia mengaku ateis sebelum mengalami kecelakaan fatal itu. Setelah sadar dari koma dan kesehatannya pulih, Stuart memutuskan masuk seminari dan menjadi imam di Helena, Montana.
 
Dari pengalaman spiritual Father Stuart, keyakinan kita semakin diperteguh bahwa di dalam raga setiap manusia, bersemayamlah Roh Allah. ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. (Kejadian 2:7) Maka, sudah sepatutnya kita menghargai setiap manusia, karena ada Roh Allah di dalamnya.
 

Minggu, 17 April 2022

Salib Sumber Bahagia

Penggalan syair lagu Kristus Bangkit mengungkapkan: ..salib sumber bahagia, Kristus pemenang jaya... Benarkah salib merupakan sumber kebahagiaan bagi para pengikut Kristus?
 
Suatu kali, di akun IG diunggah ayat ini: Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun. (Yakobus 1:2-4) - Hanya satu orang yang memberi like.
 
Sebulan berselang, kutipan berikut ini muncul di IG yang sama: "Buatlah Santo Yosef menjadi pelindung keluargamu, dan engkau akan segera memperoleh bukti nyata perlindungannya." (St. Petrus Yulianus Eymard) - Ada 9 orang yang memberi like.
 
Perbandingan kedua materi unggahan di media sosial itu memberi gambaran, betapa kita lebih suka akan hal-hal yang manis dan indah, ketimbang salib dan penderitaan. Hari ini, ketika kita merayakan Paskah - Kebangkitan Kristus, dalam suasana sukacita dan kemenangan, hendaklah dalam hati kita tetap mengakui: tanpa sengsara dan wafat, tak ada kebangkitan. 

Jalan mana pun yang kamu tempuh, kamu akan selalu menemukan salib: kamu akan menemukan salib kaum para pilihan, jika kamu memanggulnya sebagaimana seharusnya, dengan sabar dan gembira demi kasih kepada Allah. (St. Louis-Marie de Montfort)
 
Selamat Paskah - Salib Sumber Bahagia!