Kamis, 28 Januari 2021

Landasan Kokoh Pembaktian kepada Bunda Maria

Ada alasan kuat untuk bersukacita! Setelah beberapa bulan menelusuri isi buku Bakti yang Sejati Kepada Maria - Persiapan Menghadapi Kerajaan Yesus Kristus buah pena St. Louis Marie de Montfort (1673-1716) yang diterbitkan oleh Pusat Spiritualitas Marial Montfortan, Malang 2019; aku sangat bersyukur telah menemukan landasan kokoh pembaktian kepada Bunda Maria.

Pada Kata Pengantar buku Bakti yang Sejati Kepada Maria, St. Paus Yohanes Paulus II mengungkapkan: "Aku sendiri, pada masa mudaku, sangat terbantu dengan membaca karya ini. Di dalamnya, aku temukan jawaban dari kebingungan-kebingunganku yang ditimbulkan oleh ketakutan bahwa bakti kepada Maria, kalau dikembangkan secara berlebihan, pada akhirnya dapat mengalahkan kebaktian yang seharusnya diberikan kepada Kristus. Di bawah bimbingan bijaksana St. Montfort, aku akhirnya mengerti bahwa jika misteri Maria dihayati dalam Kristus, maka bahaya ini tidak akan muncul. Sungguh, pemikiran St. Montfort mengenai Maria "berakar dari Misteri Tritunggal dan dalam kebenaran Sabda Allah yang menjelma menjadi manusia."

Menurut St. Louis Marie de Montfort, cara paling sempurna untuk membarui janji-janji Baptis adalah dengan membaktikan diri seutuhnya kepada Kristus, Sang Kebijaksanaan yang menjelma, melalui tangan Santa Perawan Mariadalam Roh Kudus. Dalam bahasa St. Montfort, kita berjalan menuju kekudusan, melalui Maria, dengan Maria, dalam Maria dan untuk Mariadi bawah bimbingan Roh Kudus. Bunda Maria sendiri akan menuntun dan membawa kita untuk menjadi satu dan serupa dengan Yesus Putranya. Inilah tujuan akhir hidup kristiani kita.

Tertarik menghayati pembaktian kepada Yesus melalui Bunda Maria? 
 
Dalam website Serikat Maria Montfortan di Indonesia: http://montfortan.id/ tertulis: Buku ini dapat dipesan ke SMM, Jln. Gunung Kenanca 8-10, Ciumbuleuit, Bandung, Tlp. (022) 2035443
 
Melalui Santa Perawan Marialah Yesus Kristus telah datang ke dunia, dan melalui Maria pulalah Dia harus meraja di dunia. (St. Louis Marie de Montfort)
 

Jumat, 22 Januari 2021

Engkau Akan Menyelesaikannya

Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku;
terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu,
dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. 
TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! (Mazmur 138:7-8a)

Ketika didera penderitaan, aku percaya Engkau mempertahankan hidupku dan Engkau akan menyelesaikannya bagiku. Terima kasih, Tuhan

Sabtu, 02 Januari 2021

Selamat Pagi....

Di grup-grup What's App (WA), sering kita jumpai orang-orang yang rajin menyapa para anggota grup dengan gambar bertuliskan: "Selamat Pagi," saat mengawali hari baru. Aku sering merasa terganggu dengan posting ucapan itu, yang dengan cepat menambah jumlah wa images, sehingga perlu sering dibersihkan. 

Tetapi... posting "Selamat Pagi," tak kian surut. Malah rasanya semakin bertambah banyak di masa pandemi ini. Aku merenungkan maknanya. Di saat ketidakpastian menyelimuti, tanpa tahu apa yang bakal terjadi esok - mungkinkah kita masih bisa membuka mata dan menghirup udara di hari baru? - ucapan "Selamat Pagi" jadi pembawa kegembiraan, harapan, dan semangat hidup baru. Selamat pagi....

Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:22-23)