Rabu, 30 Oktober 2019

Sasaran Empuk Si Jahat

Tahukah Anda, hal apa yang membuat si jahat berhasil merenggut jiwa seseorang? Jawabannya ialah kesedihan yang berlebihan. 

Merasa sedih karena suatu peristiwa tertentu yang menimpa kita atau orang lain, sebenarnya merupakan tanggapan emosi yang wajar. Misalnya, saat mengalami kegagalan dalam studi, putus cinta, diberhentikan dari pekerjaan, atau kematian seorang yang dikasihi. Tetapi, kalau kesedihan itu sangat mendalam dan berlebihan, sampai merasa hidup tak berarti lagi, berhati-hatilah.... karena Anda dapat menjadi sasaran empuk si jahat.

Melalui penciptaan kesedihan yang berlebihan dalam diri seseorang, si jahat dengan mudah dapat meraih satu jiwa lagi untuk masuk dalam kerajaan kegelapan. Seseorang yang sangat sedih, tak bersemangat melakukan apa pun. Pikiran dan keinginannya hanya tertuju pada satu hal: lebih baik mati. Perasaan sedih berlebihan kemungkinan besar dialami orang-orang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. 

Di sisi lain, peristiwa kedatangan malaikat Gabriel ke rumah Maria untuk menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Yesus, merupakan Kabar Gembira tentang Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Keseluruhan Injil yang memuat kisah hidup dan pengajaran Yesus adalah Kabar Sukacita. 

Dari sini kita dapat melihat benang merah antara sedih dan sukacita. Tuhan menawarkan sukacita kepada manusia untuk mengatasi kesedihan berlebihan, yang sengaja diciptakan si jahat agar dapat merebut nyawa manusia.

Apakah saat ini Anda sedang sedih? Jangan berlarut-larut, nanti nyawa Anda jadi sasaran empuk si jahat. Ada baiknya Anda segera mengambil Alkitab dan membaca Injil - Kabar Sukacita dari Tuhan kita. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yohanes 15:11) 

Sabtu, 12 Oktober 2019

Dari Lahiriah ke Batiniah

Seorang perempuan berseru kepada Yesus yang sedang berbicara di depan orang banyak: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau." Tetapi Yesus berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya." (Lukas 11:27-28)

Sering kali orang memandang segala sesuatu dari sisi lahiriah - yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa oleh panca indra. Bukan demikian cara pandang Tuhan. Segi fisik tidak dipentingkan, melainkan sisi batiniah yang diutamakan. Bagaimana cara pandang Anda?

Jumat, 11 Oktober 2019

Waspada Hati

Menarik menyimak penuturan Yesus tentang kembalinya roh jahat (lihat Lukas 11:24-26). Orang yang pernah mengalami kejatuhan, lalu menyadari kekeliruannya, dan berbalik kembali ke Tuhan, perlu waspada memelihara kemurnian hatinya. 

Tak pernah si jahat senang dengan pertobatan manusia. Ia akan terus mencari cara untuk dapat kembali berkuasa dalam hati manusia. Hati yang sudah bersih dari noda dosa, perlu selalu diisi dengan firman Tuhan dan segala yang baik, agar tidak dapat dikuasai lagi oleh si jahat.
 
Jika lengah, si jahat kembali akan memenuhi hati orang itu dengan membawa 'teman-temannya.' Akibatnya, keadaan orang yang telah bertobat itu menjadi lebih buruk. Maka, perlu usaha yang sangat gigih dan terus-menerus untuk selalu mewaspadai hati. 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)




Rabu, 02 Oktober 2019

Doa kepada Malaikat Pelindung

Engkaulah pelindungku yang diberikan Allah untuk mengatasi kelemahanku.

Malaikat pelindung kudus, penuntun dan penghibur, guru dan penasihatku, terima kasih atas kesetiaan dan kasihmu. Aku mohon agar engkau selalu berada di sisiku, selalu menjadi sahabat dan penolongku.
        
Bila aku tidur, berjagalah di dekatku. Bila aku terjaga, bimbinglah langkahku.
Bila aku sedih, hiburlah aku. Bila aku lemah, selamatkan aku dari segala bahaya.
Bila aku ragu, nasihatilah aku. Dari segala dosa, lindungilah aku.

Malaikat terkasih, doronglah aku untuk selalu berbuat kebaikan. Jagalah aku agar selalu dalam keadaan rahmat. Jagalah aku dari kematian yang menakutkan dan terangilah jalanku di kegelapan dunia ini. Ajarilah aku mengatasi kebodohanku, peringatkanlah aku dari segala bahaya dan ancaman. Lindungilah aku dari segala kejahatan. Jadilah pengantara bagi setiap permohonanku. Di saat ajal dampingilah pelepasan jiwaku dan bawalah aku ke tempat surgawiku, agar aku dapat bersamamu dalam sukacita penyembahan yang sempurna kepada Allah Bapa yang Mahakuasa dan Mahabaik di Surga. Amin. 

Dikutip dari buku Bebaskan Aku Dari Sini - Wawancara dengan Maria Simma. Penerbit Marian Centre Indonesia.