Tahukah Anda, hal apa yang membuat si jahat berhasil merenggut jiwa seseorang? Jawabannya ialah kesedihan yang berlebihan.
Merasa sedih karena suatu peristiwa tertentu yang menimpa kita atau orang lain, sebenarnya merupakan tanggapan emosi yang wajar. Misalnya, saat mengalami kegagalan dalam studi, putus cinta, diberhentikan dari pekerjaan, atau kematian seorang yang dikasihi. Tetapi, kalau kesedihan itu sangat mendalam dan berlebihan, sampai merasa hidup tak berarti lagi, berhati-hatilah.... karena Anda dapat menjadi sasaran empuk si jahat.
Melalui penciptaan kesedihan yang berlebihan dalam diri seseorang, si jahat dengan mudah dapat meraih satu jiwa lagi untuk masuk dalam kerajaan kegelapan. Seseorang yang sangat sedih, tak bersemangat melakukan apa pun. Pikiran dan keinginannya hanya tertuju pada satu hal: lebih baik mati. Perasaan sedih berlebihan kemungkinan besar dialami orang-orang yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Di sisi lain, peristiwa kedatangan malaikat Gabriel ke rumah Maria untuk menyampaikan kabar bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamai Yesus, merupakan Kabar Gembira tentang Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Keseluruhan Injil yang memuat kisah hidup dan pengajaran Yesus adalah Kabar Sukacita.
Dari sini kita dapat melihat benang merah antara sedih dan sukacita. Tuhan menawarkan sukacita kepada manusia untuk mengatasi kesedihan berlebihan, yang sengaja diciptakan si jahat agar dapat merebut nyawa manusia.
Apakah saat ini Anda sedang sedih? Jangan berlarut-larut, nanti nyawa Anda jadi sasaran empuk si jahat. Ada baiknya Anda segera mengambil Alkitab dan membaca Injil - Kabar Sukacita dari Tuhan kita. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yohanes 15:11)