Bayi Yesus memilih lahir di tempat yang kotor - kandang hewan, bukan di rumah yang bersih. Apa artinya?
Hati manusia bagaikan kandang hewan yang kotor. Penuh dosa, kejahatan, dan segala yang negatif. Tetapi Tuhan memilih tempat itu bukan yang lain. Ia mau hadir di hati kita yang tidak bersih untuk menyucikannya.
Setelah Yusuf dan Maria setuju memakai kandang hewan itu untuk tempat mereka bermalam, tidakkah si pemilik kandang berusaha membersihkan tempat itu, supaya cukup layak dihuni?
Ketika Tuhan mengetuk pintu hati kita, walaupun hati kita kotor dan tak layak dihuni, tetapi karena Tuhan mau berdiam di rumah hati kita, maka kita berusaha membersihkan hati kita supaya cukup layak dihuni-Nya.
Datanglah, ya Tuhan Yesus, tinggallah selalu dalam hatiku.
Meski tak layak Kau tempati, tetapi aku mau menerima-Mu.
Aku akan membersihkannya setiap waktu,
supaya Engkau lebih nyaman tinggal di dalamnya.