Komponis dapat mendengarkan alunan irama musik dalam batinnya, kemudian dituangkan menjadi lagu-lagu yang indah. Penulis dapat membayangkan alur cerita dalam batinnya, kemudian dituliskan menjadi kisah-kisah yang menarik. Komponis dan penulis bisa menghasilkan karya-karya indah karena tune in dengan apa yang menjadi hasrat hati mereka.
Ke mana kecenderungan hasrat hati kita? Kepada siapa atau hal apa kita tune in?
Aku ingin tune in ke Bunda Maria, agar aku dapat mendengarkannya.
Minggu, 25 November 2018
Tanda yang Jelas
Manusia yang fana kerap meminta tanda fisik dari Allah.
Wahai manusia-manusia modern, tak perlu lagi meminta tanda.
Sudah ada tanda yang jelas dari Allah:
Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi.
Itulah tanda nyata kehadiranNya dalam kehidupan manusia.
Butuh tanda yang jelas dari Tuhan?
Hadirlah dalam Perayaan Ekaristi.
Wahai manusia-manusia modern, tak perlu lagi meminta tanda.
Sudah ada tanda yang jelas dari Allah:
Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi.
Itulah tanda nyata kehadiranNya dalam kehidupan manusia.
Butuh tanda yang jelas dari Tuhan?
Hadirlah dalam Perayaan Ekaristi.
Selasa, 20 November 2018
Datanglah KerajaanMu
Kerajaan Allah adalah Kerajaan Kasih. Ketika orang berpikir, berkata-kata, dan bertindak dengan kasih, maka Kerajaan Allah sudah dekat pada orang tersebut - di saat itu.
Tetapi manusia berubah. Pikirannya bisa menjadi tercemar, kata-katanya tak lagi lembut dan penuh kasih, tindakannya seenak sendiri tanpa peduli orang lain. Pada saat itulah Kerajaan Allah menjauh dari orang tersebut.
Dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan kita mengucapkan: "datanglah Kerajaan-Mu." Artinya, kita memohon Kerajaan Allah terus merajai hati kita; supaya pikiran, kata, dan perbuatan kita hanya dipenuhi dan digerakkan oleh cinta kasih, karena Allah adalah Kasih.
Tetapi manusia berubah. Pikirannya bisa menjadi tercemar, kata-katanya tak lagi lembut dan penuh kasih, tindakannya seenak sendiri tanpa peduli orang lain. Pada saat itulah Kerajaan Allah menjauh dari orang tersebut.
Dalam doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan kita mengucapkan: "datanglah Kerajaan-Mu." Artinya, kita memohon Kerajaan Allah terus merajai hati kita; supaya pikiran, kata, dan perbuatan kita hanya dipenuhi dan digerakkan oleh cinta kasih, karena Allah adalah Kasih.
Senin, 19 November 2018
Adakah Aku Seperti Ini?
Jemaat di Efesus berjerih payah dan tekun, tidak mengenal lelah, tetap sabar dan menderita karena nama Kristus. Namun, mereka tidak sabar terhadap orang-orang jahat. Mereka mencobai orang-orang yang menyebut diri rasul, dan mendapati orang-orang itu pendusta.
Melalui rasul Yohanes, Yesus berfirman seperti ditulis dalam kitab Wahyu 2:1-5a, agar jemaat di Efesus bertobat, sebab mereka telah meninggalkan kasih yang semula.
Kasih yang semula adalah kasih tanpa batas, yang dipraktikkan Yesus semasa hidupNya di dunia. Kasih yang tetap sabar terhadap orang-orang jahat, seperti Bapa di Surga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, serta menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (lihat Matius 5:45).
Melalui rasul Yohanes, Yesus berfirman seperti ditulis dalam kitab Wahyu 2:1-5a, agar jemaat di Efesus bertobat, sebab mereka telah meninggalkan kasih yang semula.
Kasih yang semula adalah kasih tanpa batas, yang dipraktikkan Yesus semasa hidupNya di dunia. Kasih yang tetap sabar terhadap orang-orang jahat, seperti Bapa di Surga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, serta menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (lihat Matius 5:45).
Minggu, 04 November 2018
Ternyata Tidak Semuanya
Injil hari ini berkisah tentang seorang ahli Taurat yang bertanya kepada Yesus tentang hukum manakah yang paling utama? (Lihat Markus 12:28b-34)
Yesus memaparkan kasih kepada Tuhan dan sesama. Lalu, ahli Taurat itu mengulangi tanggapan Yesus dengan mengatakan: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." (ayat 32-33)
Dari jawaban yang diberikan ahli Taurat tersebut, Yesus melihat orang itu bijaksana dan berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" (ayat 34)
Kisah perbincangan Tuhan Yesus dengan ahli Taurat ini membawa kita pada kesimpulan: ternyata tidak semua ahli Taurat pada zaman itu selalu berusaha mencari kesalahan Yesus, tidak bersahabat dengan Yesus, bersikap kejam terhadap Yesus. Ada juga ahli Taurat yang bijaksana seperti dalam Injil hari ini, atau dalam Matius 8:19 ada ahli Taurat yang berkata kepada Yesus: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Dalam menilai sesuatu, sebaiknya kita tidak pukul rata.
Yesus memaparkan kasih kepada Tuhan dan sesama. Lalu, ahli Taurat itu mengulangi tanggapan Yesus dengan mengatakan: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." (ayat 32-33)
Dari jawaban yang diberikan ahli Taurat tersebut, Yesus melihat orang itu bijaksana dan berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" (ayat 34)
Kisah perbincangan Tuhan Yesus dengan ahli Taurat ini membawa kita pada kesimpulan: ternyata tidak semua ahli Taurat pada zaman itu selalu berusaha mencari kesalahan Yesus, tidak bersahabat dengan Yesus, bersikap kejam terhadap Yesus. Ada juga ahli Taurat yang bijaksana seperti dalam Injil hari ini, atau dalam Matius 8:19 ada ahli Taurat yang berkata kepada Yesus: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
Dalam menilai sesuatu, sebaiknya kita tidak pukul rata.