Kamis, 18 Januari 2018

Bill Gates yang Lain

Bill Gates, salah satu orang terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan pada akhir tahun 2017 sekitar US$ 91,8 miliar atau setara Rp 1.243 triliun, berkomitmen melunasi utang negara Nigeria sebesar US$ 76 juta atau sekitar Rp 1,02 triliun kepada pemerintah Jepang yang digunakan untuk memberantas penyebaran penyakit polio. Sungguh mengagumkan, seorang individu mampu melunasi utang sebuah negara.

Bill Gates telah berbuat baik kepada sesama. Aku tak akan mampu menyaingi kekayaan materi Bill Gates, aku tak mungkin bisa melunasi utang sebuah negara. Namun, aku dapat menjadi Bill Gates yang lain dalam keseharianku - melalui perbuatan-perbuatan baik yang aku lakukan kepada orang-orang di sekitarku. Entah sekadar melempar senyum kepada orang yang berpapasan denganku di jalan, mendengarkan orang yang mengeluhkan masalah yang dihadapinya, membantu tetangga yang membutuhkan pertolongan, memberikan sebagian milikku kepada orang lain. Bukankah kita sama-sama berbuat baik?

Jumat, 12 Januari 2018

Mengapa Ingin Sama?

Orang Israel ingin punya raja, tak puas dengan Yahwe sebagai Raja mereka.

Tuhan berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka." (1 Samuel 8:7)

Samuel lalu menyampaikan segala firman Tuhan kepada bangsa itu tentang hak raja atas bangsanya.

Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel. Mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang." (1 Samuel 8:19-20)

Orang Israel gagal melihat, betapa sebenarnya lebih mulia memiliki Tuhan sebagai Raja, daripada mengangkat manusia menjadi raja. Terkadang keinginan untuk menjadi sama dalam segala hal bukanlah yang terbaik. Berani berbeda asalkan di jalur yang benar, justru menimbulkan rasa saling menghargai.  

Minggu, 07 Januari 2018

Melihat Bintang

Raja Herodes tidak tergerak mengikuti tuntunan Bintang, ketika ia melihatnya. Ia memilih mengurung diri dalam istana, berandai-andai dengan pikirannya, sampai mengeluarkan perintah keji untuk membunuh anak-anak yang tak berdosa.

Imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi mengetahui dan percaya pada nubuat nabi tentang kelahiran Mesias, namun tidak pula tersentuh hati mereka untuk mengikuti Sang Bintang.

Orang-orang Majus dari timur melihat Bintang dan mengikutinya. Mereka berani melangkah ke tempat yang sama sekali belum mereka ketahui, semata percaya pada tuntunan Bintang.

Ya Tuhan, jadikan aku seperti orang Majus yang terus berproses dalam kehidupan ini, bergerak maju mengikuti tuntunanMu, sampai bertemu dengan Sang Bintang.    

...... Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. (Matius 2:9-10)

 

Senin, 01 Januari 2018

JanjiMu di Tahun Baru

Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian TIDAK AKAN TERUS MENANGIS. Pastilah TUHAN AKAN MENGASIHANI kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu IA AKAN MENJAWAB.

Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kalian AKAN TERUS MELIHAT DIA dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, SABDA-NYA ini AKAN KALIAN DENGAR dari belakangmu, "Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!"

Pada waktu itu TUHAN AKAN MENCURAHKAN HUJAN bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang, dan DARI HASIL TANAH itu kalian AKAN MAKAN ROTI YANG LEZAT DAN BERLIMPAH-LIMPAH. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas. (Yesaya 30:19-21, 23)