Jika dapat langsung berelasi dengan Yesus, mengapa harus menjalin relasi juga dengan Bunda Maria? Sering kali pertanyaan ini dilontarkan kepada orang Katolik. Sepertinya orang Katolik mengabdi kepada dua tuan.
Dari Injil dapat dilihat betapa erat relasi antara Bunda Maria dan Putranya Yesus Kristus - Allah yang menjadi Manusia. Sembilan bulan Yesus berada dalam rahim Bunda Maria, sejak Perawan Maria menyanggupi terlaksananya Kehendak Tuhan. Tiga puluh tahun Bunda Maria tinggal bersama Sang Putra, sampai tiba saat Yesus tampil di depan umum untuk mewartakan Sabda Allah. Bunda Maria setia mendampingi Yesus dalam penderitaan Salib sampai akhir hidupNya.
Kedekatan Bunda Maria dengan Yesus membuat dua tokoh kunci dalam karya penyelamatan manusia di dunia ini merupakan satu kesatuan. Melalui Bunda Maria kita memperoleh berbagai karunia dari Sang Putra, sekaligus melalui Bunda Maria kita dihantar di jalan yang benar menuju Sang Putra. Per Mariam Ad Jesum - Melalui Bunda Maria sampai kepada Yesus.
Tak perlu merasa mengabdi kepada dua tuan. Bunda Maria dan Yesus Kristus bukanlah dua tuan yang berbeda, melainkan kesatuan yang indah antara Ibu dan Anak yang sama-sama bekerja demi keselamatan jiwa umat manusia.
Sabtu, 18 Juni 2016
Selasa, 07 Juni 2016
Janda di Sarfat
Seorang janda bersahaja dengan satu anak perempuan. Ia telah diperintahkan Tuhan untuk memberi makan nabi Elia (lihat 1 Raja-Raja 17:9), tetapi ketika nabi Elia memintanya untuk membuatkan roti, janda ini sempat menolak dengan halus. Katanya, "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku
sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak
dalam buli-buli... (1 Raja-Raja 17:12)
Namun, nabi Elia menjanjikan tepung dan minyak milik janda itu tidak akan habis sesuai firman Tuhan. Ia memenuhi permintaan nabi Elia.
Lalu, anak perempuannya jatuh sakit parah sampai berhenti bernapas (lihat 1 Raja-Raja 17:17). Janda itu mempertanyakan kehadiran nabi Elia di rumahnya. Tuhan mengabulkan permintaan nabi Elia agar nyawa anak perempuan tersebut dipulangkan ke tubuhnya.
Iman janda itu membuat kehidupannya terjamin selama musim kering. Dan kesediaannya memberi tumpangan kepada nabi Elia membuat anak perempuannya yang sakit parah sampai meninggal bisa dihidupkan kembali.
Dalam Injil Lukas 4:25-26, Yesus menyebut ada banyak janda di Israel, tetapi nabi Elia diutus kepada seorang janda di Sarfat. Kisah janda di Sarfat merupakan gambaran: banyak orang yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.
Dan kepada sedikit orang yang telah dipilih Tuhan, apakah akan mematuhi perintahNya? Dibutuhkan iman yang teguh untuk melaksanakan kehendakNya. Namun percayalah, kesediaan menjawab panggilanNya akan membuahkan berkah.
Namun, nabi Elia menjanjikan tepung dan minyak milik janda itu tidak akan habis sesuai firman Tuhan. Ia memenuhi permintaan nabi Elia.
Lalu, anak perempuannya jatuh sakit parah sampai berhenti bernapas (lihat 1 Raja-Raja 17:17). Janda itu mempertanyakan kehadiran nabi Elia di rumahnya. Tuhan mengabulkan permintaan nabi Elia agar nyawa anak perempuan tersebut dipulangkan ke tubuhnya.
Iman janda itu membuat kehidupannya terjamin selama musim kering. Dan kesediaannya memberi tumpangan kepada nabi Elia membuat anak perempuannya yang sakit parah sampai meninggal bisa dihidupkan kembali.
Dalam Injil Lukas 4:25-26, Yesus menyebut ada banyak janda di Israel, tetapi nabi Elia diutus kepada seorang janda di Sarfat. Kisah janda di Sarfat merupakan gambaran: banyak orang yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.
Dan kepada sedikit orang yang telah dipilih Tuhan, apakah akan mematuhi perintahNya? Dibutuhkan iman yang teguh untuk melaksanakan kehendakNya. Namun percayalah, kesediaan menjawab panggilanNya akan membuahkan berkah.