Sabtu, 27 Agustus 2011
Jika Aku Dipakai Yang Lain
Kemarin, timbul pergulatan dalam batin. Apakah boleh sekali ini Kau pinjamkan aku kepada orang lain? Aku ingin merasakan jika aku dipakai olehnya. Mungkin aku akan senang berjalan bersamanya pada saat awal, lalu aku mulai merasa tidak nyaman karena ternyata ia membawaku pergi mengunjungi tempat-tempat yang tidak sesuai dengan nuraniku, sehingga aku ingin segera kembali kepadaMu. Syukurlah, Kau tak berkenan meminjamkanku kepadanya. Terima kasih atas kasihMu yang begitu besar melingkupiku.
Minggu, 14 Agustus 2011
Yakin Telah Dinubuatkan
Dalam talk show kemarin, terkait kehidupan seorang suci yang juga tokoh dunia, Beato Johanes Paulus II, dikatakan ia merasa yakin telah dinubuatkan untuk memimpin umatnya memasuki Milenium ke-3 tahun 2000. Dan memang benar terjadi demikian.
Apa yang Engkau nubuatkan untukku? Aku menyimpan janjiMu dalam hatiku. Aku percaya Engkau akan mewujudkannya suatu saat kelak, asalkan aku tetap menjadi alas kakiMu.
Apa yang Engkau nubuatkan untukku? Aku menyimpan janjiMu dalam hatiku. Aku percaya Engkau akan mewujudkannya suatu saat kelak, asalkan aku tetap menjadi alas kakiMu.
Jumat, 12 Agustus 2011
Kebahagiaan Alas Kaki
Bagaimana orang menggambarkan relasinya dengan Sang Kudus, Sang Khalik, Sang Pencipta Kehidupan?
Ada yang menganggap dirinya sebagai hamba Sang Khalik, yang lain merasa menjadi sahabatNya. Ada pula yang mempersonifikasi dirinya seperti bola yang dimainkan Sang Pencipta, atau bejana yang siap dibentuk Sang Pemberi Kehidupan.
Siang ini, di tengah keheningan suasana ruang kerja, tiba-tiba melintas keinginanku menjadi alas kakiNya. Alas kaki yang selalu dipakaiNya ketika menyusuri jalan-jalan di dunia. Dengan menjadi alas kakiNya, aku membiarkanNya membawaku sekehendak hatiNya. Ada perjalanan yang menyenangkan di rerumputan nan lembut, ada pula perjalanan yang membuatku sakit lantaran harus melewati bebatuan. Sesekali, Ia melepaskan alas kakiNya, mengajakku beristirahat bersamaNya.
Aku akan menurutiNya saja ke mana Ia mengarahkan langkahNya, yang penting aku bisa selalu bersamaNya, menemaniNya. Aku tak ingin menjadi lebih daripada alas kaki. Ini sudah membahagiakanku. Alas kaki berada di bagian paling bawah mengajarkanku untuk selalu rendah hati. Alas kaki bergerak sesuai ayunan langkah Sang Pemakai mengajarkanku untuk tunduk pada kehendakNya bukan keinginanku.
Ada yang menganggap dirinya sebagai hamba Sang Khalik, yang lain merasa menjadi sahabatNya. Ada pula yang mempersonifikasi dirinya seperti bola yang dimainkan Sang Pencipta, atau bejana yang siap dibentuk Sang Pemberi Kehidupan.
Siang ini, di tengah keheningan suasana ruang kerja, tiba-tiba melintas keinginanku menjadi alas kakiNya. Alas kaki yang selalu dipakaiNya ketika menyusuri jalan-jalan di dunia. Dengan menjadi alas kakiNya, aku membiarkanNya membawaku sekehendak hatiNya. Ada perjalanan yang menyenangkan di rerumputan nan lembut, ada pula perjalanan yang membuatku sakit lantaran harus melewati bebatuan. Sesekali, Ia melepaskan alas kakiNya, mengajakku beristirahat bersamaNya.
Aku akan menurutiNya saja ke mana Ia mengarahkan langkahNya, yang penting aku bisa selalu bersamaNya, menemaniNya. Aku tak ingin menjadi lebih daripada alas kaki. Ini sudah membahagiakanku. Alas kaki berada di bagian paling bawah mengajarkanku untuk selalu rendah hati. Alas kaki bergerak sesuai ayunan langkah Sang Pemakai mengajarkanku untuk tunduk pada kehendakNya bukan keinginanku.