Bagi Santo Paus Yohanes Paulus II, setelah Santa Perawan Maria, Santo Yusuf adalah yang terbesar di antara para kudus; mengingat peran penting Santo Yusuf dalam kehidupan awal Yesus di dunia dan keikutsertaannya dalam karya penyelamatan umat manusia yang dirancang Allah.
Santo Yusuf diyakini meninggal sebelum Tuhan Yesus tampil di muka umum untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ketika terbaring dalam sakratul maut, Santo Yusuf didampingi oleh Santa Perawan Maria - istrinya dan Tuhan Yesus - Putranya.
Demikianlah kondisi kematian yang bahagia bagi seorang manusia: didampingi Bunda Maria dan Tuhan Yesus. Karena itu, umat kristiani dapat berdoa kepada Santo Yusuf untuk memohon kematian yang bahagia.
Santo Yusuf yang kudus, aku
memilih engkau pada hari ini sebagai pelindung istimewa dalam hidupku dan pada
saat ajalku. Peliharalah dan tambahkanlah dalam diriku semangat doa dan
semangat pengabdian kepada Tuhan. Jauhkanlah aku dari segala bentuk dosa;
perolehkanlah bagiku rahmat agar kematian tidak datang tanpa aku mempersiapkan
diri, melainkan aku beroleh waktu untuk mengakukan dosa-dosaku dalam Sakramen
Tobat dan menangisinya dengan pemahaman yang paling sempurna dan tobat yang
paling tulus, sehingga aku boleh menghembuskan jiwaku ke dalam tangan Yesus dan
Bunda Maria. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar