Suatu perjalanan, pasti ada awal dan akhir. Setelah 14 hari dalam peziarahan, tibalah saat kembali ke tanah air. Orang bisa beranggapan, selesai berziarah berarti usai pula liburannya. Ada pula yang menanyakan: apakah jalan-jalan ini membawa kesenangan?
Syukur sebesar-besarnya
kepada Allah Tritunggal dan Bunda Maria yang telah melimpahkan rahmat besar,
sehingga kami dapat mengikuti peziarahan. Sesuatu yang belum terbayangkan,
ketika memasuki tahun 2025.
Perjalanan ziarah rohani berbeda dengan liburan atau pesiar. Yang dikunjungi adalah tempat-tempat suci yang penuh makna historis dan religius, bukan destinasi-destinasi wisata yang hanya sedap dipandang mata tanpa kedalaman.
Perjalanan ziarah rohani perlu dihayati dengan saksama, sehingga dalam jangka waktu panjang membawa pembaruan kehidupan rohani bagi sang peziarah. Semoga demikian!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar