Jumat, 13 Oktober 2023

Doakanlah Ini di Kala Menderita atau Sakit

Dalam penampakan Bunda Maria di Fatima - Portugal selama 6 kali (13 Mei - 13 Oktober 1917), ada dua doa yang diajarkan Bunda Maria kepada tiga anak gembala. Kedua doa singkat ini disampaikan Bunda Maria pada penampakan ke-3 tanggal 13 Juli 1917.

Pertama, doa singkat yang sudah biasa kita daraskan di akhir setiap peristiwa dalam doa Rosario. Kepada Lusia, Fransiskus, dan Yasinta - Bunda Maria berkata: "Ketika kalian berdoa Rosario, setelah setiap peristiwa, ucapkanlah: Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan Kerahiman-Mu."

Kedua, doa singkat yang diminta Bunda Maria kepada kita melalui ketiga anak gembala untuk kita doakan, ketika kita mempersembahkan korban. Doa ini sangat singkat dan penuh makna. Dengan mendoakannya, kita menyatukan segala penderitaan yang kita alami dan beban hidup kita kepada Tuhan Yesus sebagai persembahan kita untuk pertobatan orang-orang yang berdosa.

Bunda Maria berkata kepada tiga anak gembala: "Persembahkan korban-korban bagi para pendosa dan ulangi sesering mungkin, secara khusus ketika mempersembahkan sebuah korban, katakanlah: Yesus, semua ini demi cinta kepada-Mu, untuk pertobatan para pendosa, dan demi pemulihan dosa-dosa yang melawan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda."

Dalam keadaan sakit atau menderita, ketika kondisi lemah tak berdaya, kita dapat mendaraskan doa singkat yang diajarkan Bunda Maria itu secara perlahan dan penuh penghayatan. Doa singkat ini dapat diulang berkali-kali, sampai kedamaian meliputi hati dan rasa sakit tak lagi mendera kita. 

Inilah cara sederhana untuk menyatukan rasa sakit dan penderitaan kita dengan penderitaan Tuhan Yesus dan Bunda Maria, sehingga kesakitan yang kita alami tidak sia-sia, melainkan dapat menjadi sarana pertobatan bagi jiwa-jiwa yang berdosa - siapa pun mereka.

Kamis, 05 Oktober 2023

Sukacita karena Tuhan

 Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu! (Nehemia 8:11b)

Bersukacita karena Tuhan membuat kita mampu selalu mengucap syukur kepada-Nya

Bersyukur dan memuji Tuhan sangat penting, agar kita terhindar dari percikan-percikan pikiran negatif yang dapat memicu kita untuk mengabaikan Tuhan dan menyalahkan Tuhan atas kejadian-kejadian yang kurang berkenan yang terjadi dalam hidup kita.

Bersyukurlah senantiasa!

Senin, 02 Oktober 2023

Malaikat Pelindung

Aku masih ingat mimpi itu dengan jelas. Aku berada di ruang kemudi kereta. Aku duduk dikelilingi empat pria dewasa. Dua orang duduk di sisi kiriku, sedangkan dua orang lagi berdiri di sisi kananku. Semua menatap ke arah masinis yang sedang mengoperasikan kereta.

Seraya berurai air mata, aku bertanya ke masinis, "Aku mau dibawa ke mana?" Sang masinis hanya tersenyum padaku, tidak menjawab sepatah kata pun. Keempat pria yang berada di sampingku berusaha menenangkan diriku. Salah satunya berkata, "Tenang, kami akan menemanimu...." Aku terbangun.

Mimpi tersebut kualami beberapa minggu setelah suamiku dipanggil Tuhan. Siapakah keempat pria itu? Sampai saat ini aku meyakini mereka adalah para malaikat pelindungku yang diutus Tuhan untuk menemani sepanjang perjalanan hidupku selanjutnya.

Setelah lebih dari sembilan tahun berlalu, penyertaan para malaikat pelindung tetap kurasakan. Terima kasih Tuhan untuk malaikat-malaikat-Mu. 

Malaikat Allah, engkau yang diserahi oleh kemurahan Tuhan untuk melindungi aku, terangilah, lindungilah, bimbinglah, dan hantarkanlah aku. Amin.