Senin, 26 Juni 2023

Perjalanan Abram adalah Perjalanan Kita

Ketika Tuhan meminta Abram (kemudian bernama Abraham) pergi dari tanah kelahirannya ke tempat yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya, Abram melaksanakan perintah itu dengan taat. Meski belum tahu tujuannya, tidak tahu apa yang bakal dijumpai dalam perjalanannya, berapa lama ia harus berjalan, Abram menjalani tanpa ragu. (lihat Kejadian 12:1-9)

Perjalanan Abram adalah perjalanan kita. Pada saat Tuhan meminta kita melakukan sesuatu - ibarat sebuah perjalanan, kita tidak tahu tantangan yang bakal kita hadapi dan apa yang akan kita alami dengan melakukan yang Tuhan kehendaki. 

Seperti Abram yang percaya penuh kepada Tuhan yang memanggilnya, dengan iman yang teguh kita pun dapat melaksanakan dengan baik apa yang Tuhan inginkan dari kita.

Senin, 19 Juni 2023

Bunga Matahari

Bunga matahari satu batang pohon satu bunga,
tumbuh mengarah ke matahari,
mengumpulkan biji yang banyak dalam bunganya.

Seperti bunga matahari - hendaknya
kita berteguh hati menghadapi berbagai tantangan,
mengarahkan pandangan dan hati ke Tuhan,
menyimpan banyak hal baik dalam tabungan surgawi.

Ketika bunga matahari mengering, layu, dan mati,
diperoleh banyak biji sebagai generasi penerus.   
Ketika tiba saat kita beralih dari dunia ini,
semoga Tuhan berkenan menerima persembahan hidup kita.

Minggu, 11 Juni 2023

Menghadapi Hari Baru

Awali hari baru dengan berbekal:

- Persatuan dengan Kristus melalui Sakramen Mahakudus

- Penerangan Roh Kudus

- Pendampingan Bunda Surgawi

Dengan tenang dan mantap kita melangkah menuju Kerajaan Allah.

Minggu, 04 Juni 2023

Juara

Setiap orang tentu senang kalau dirinya menjadi juara dalam kompetisi. Rasa bangga menyeruak, merasa diri lebih hebat dari yang lain. Namun sebaliknya, orang merasa bodoh dan malu, saat mengetahui ia tidak menjadi juara. Apalagi jika orang itu mewakili sebuah tim yang menggantungkan harapan kemenangan kepadanya. 

Itulah yang terjadi, saat tim-ku menjadi juara paling bawah dalam suatu kompetisi. Keruan saja, aku yang menjadi juru bicara tim menjadi malu dan merasa jadi orang paling bodoh di ruangan itu. 

Ketika merefleksikan pengalaman tersebut, timbul pertanyaan dalam hati: mengapa harus menang? Apa yang mau kubuktikan? Bukankah sepatutnya aku senang melihat orang-orang lain meraih keberhasilan? 

Juara yang sejati adalah ketika kita bisa mengendalikan diri dan perasaan, dengan legawa menerima kenyataan.