Ayah memiliki ruang perpustakaan untuk memajang ribuan buku koleksinya sejak zaman Balai Pustaka sampai terbitan milenium ketiga. Beliau juga memiliki ruang musik yang menyimpan ratusan koleksi laser disc, compact disc, dan digital video disc. Memberi kegembiraan dan penghiburan, bisa memiliki dan menikmati hobi. Kini Ayah telah tiada. Koleksi Ayah sempat menimbulkan kebingungan, terutama ketika rumah akan dijual.
Pernahkah kita sejenak berpikir, untuk siapakah nanti barang-barang yang kita miliki, jika kita telah beralih dari dunia ini? Mungkin keturunan kita tidak memiliki hobi yang sama dengan kita. Lalu, apa gunanya kita mengoleksi barang tertentu?
Sungguh tepatlah perkataan Yesus kepada orang yang menanyakan tentang rahasia memperoleh hidup yang kekal: "Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin. Maka engkau akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah ke mari, dan ikutilah Aku." (Markus 10:21)