Dalam kehidupan manusia, ada kalanya Tuhan memakai orang-orang tidak benar untuk semakin memurnikan orang-orang benar. Tetapi bukan berarti orang tidak benar itu kemudian tidak menanggung hukuman atas penyimpangannya.
Contohnya, raja Saul dipakai Tuhan untuk memurnikan Daud. Raja Saul yang merasa takhtanya terancam karena kehadiran Daud, berusaha membunuhnya dua kali. Pada suatu kesempatan, ketika Saul dan para pengiringnya sedang tidur di perkemahan; Daud sebenarnya bisa membunuh raja Saul, tetapi ia tidak mau melakukannya. Dalam peristiwa ini, Daud semakin dimurnikan oleh Tuhan. Ia berhasil mengalahkan keinginan diri untuk membunuh orang yang akan membunuhnya (lihat 1 Samuel 26:1-23).
Raja Saul yang tidak taat kepada Tuhan, akhirnya memilih bunuh diri ketika orang Filistin berperang melawan orang Israel (lihat 1 Samuel 31:1-10).
Inilah Kebijaksanaan Ilahi yang tersembunyi di mata manusia.