Sulit mempercayai Tuhan Semesta Alam dapat melakukan segala hal - bahkan hal paling mustahil yang pernah terpikirkan oleh manusia?
Dalam Perjanjian Lama, melalui pengalaman-pengalaman bangsa Israel, kita melihat bagaimana umat pilihan Allah itu belum juga memiliki kepercayaan penuh kepada Tuhan, sekalipun berbagai mukjizat telah terjadi di depan mata mereka.
Contoh, di zaman nabi Musa. Umat Israel sudah melihat betapa besar kuasa Allah melalui 10 tulah kepada Firaun di Mesir (Keluaran 7:14-25, 8:1-32, 9:1-35, 10:1-29, 11:1-10; tetapi tetap saja mereka gamang ketika dikejar pasukan tentara Firaun di dekat Laut Merah. Tuhan tetap menolong bangsa Israel dengan memperlihatkan mukjizat-Nya membelah laut itu.
Dalam pengembaraan di padang gurun, kembali umat Israel bersungut-sungut karena tidak bisa makan daging. Tuhan kembali memperlihatkan kuasa-Nya dengan menghadirkan burung-burung puyuh (Keluaran 16:13). Lalu, ketika umat Israel kehausan di Masa dan Meriba, mereka mencobai Tuhan dengan mengatakan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?" (Keluaran 17:7) Tuhan meminta Musa memukul gunung batu di Horeb, dari sana air mengalir.
Di tengah pergulatan hidup dan kecenderungan manusia yang mengedepankan logika berpikir, sering kali iman tertinggal jauh di belakang. Mana mungkin? Mana bisa? Tidak masuk akal.... itulah kata-kata yang dengan mudah terucap dari bibir manusia.
Contoh, Naaman panglima raja Aram yang sakit kusta. Ia diminta nabi Elisa pergi mandi 7 kali di sungai Yordan. Semula Naaman gusar, tetapi akhirnya ia taat pada perkataan nabi Elisa. Ia pun sembuh. (2 Raja-Raja 5:1-14)
Kalau kita belum bisa percaya pada Kemahakuasaan Tuhan yang melampaui pikiran manusia, sebaiknya kita taat saja... maka, mukjizat Tuhan akan terjadi dalam hidup kita.