Selasa, 31 Oktober 2017

Menanti dengan Tekun

Pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. (Roma 8:24-25)

Bunda Maria menjadi teladan kita dalam menanti dengan tekun.

Setelah menerima kabar dari Malaikat Gabriel, Bunda Maria menanti dengan tekun penggenapan janji ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.  

Ketika Yesus dipaku di kayu salib, Bunda Maria menanti dengan tekun kebangkitan Yesus dari antara orang mati, seperti telah dinyatakan-Nya ketika masih berada di tengah para murid-Nya. 

Setelah Yesus naik ke Surga, Bunda Maria menanti dengan tekun bersama para rasul akan turunnya Roh Kudus.

Menanti dengan tekun mengandung makna bukan sekadar menanti, melainkan menanti dengan penuh pengharapan disertai iman bahwa hal itu akan terjadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar