Sabtu, 15 Oktober 2016

Tanaman yang Indah

Bagi yang suka berkebun, apa yang Anda lakukan jika melihat tanaman Anda tumbuh subur, menampilkan keindahan, dan menyenangkan hati? Anda tentu akan semakin menyayanginya, memerhatikannya dengan memberi pupuk dan menyingkirkan tanaman liar yang tumbuh di sekitarnya.

Pengalaman berkebun ini memberi pemahaman akan perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah dalam Injil Lukas 13:6-9. Betapa Sang Pencipta sebenarnya ingin melihat keindahan ciptaanNya.

Lalu, apakah kita sebagai ciptaanNya telah dan terus menampilkan keindahan kita bagai tanaman yang tumbuh subur di kebun Tuhan?

Untuk dapat menjadi tanaman yang indah dan menghasilkan buah, kita perlu senantiasa berpijak di jalan yang lurus serta berpegang pada FirmanNya, seperti yang disampaikan pemazmur: Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mazmur 1:1-3)

Jumat, 07 Oktober 2016

Sukacita Jumat Pertama

Nuansa yang merebak setiap kali kita melakukan devosi kepada Hati Mahakudus Yesus adalah sendu berbalut duka. Litani Hati Mahakudus Yesus dan doa Silih kepada Hati Mahakudus Yesus mengungkapkan suasana hati orang berdosa yang memohon belas kasih Allah.

Adakah kita menyadari, sebenarnya perayaan Hati Mahakudus Yesus adalah perayaan penuh syukur dan sukacita? Tuhan Yesus Kristus telah memberikan Hati IlahiNya. Pemberian Hati yang penuh Cinta adalah hadiah terbesar bagi umat manusia. Bersyukurlah dan bergembiralah, karena Tuhan Sang Pencipta begitu baik dan penuh kasih kepada ciptaanNya.