Kehadiran teknologi wi-fi memudahkan orang terkoneksi dengan internet di mana pun dan kapan pun. Jika menginap di hotel atau berada di tempat umum, kita akan merasa senang dan tenang kalau ada koneksi wi-fi. Senang karena kita bisa menggunakan internet sesuka hati, tenang karena kalau membutuhkan informasi apa pun, koneksi tersedia.Wi-fi singkatan wireless fidelity - kesetiaan nirkabel. Jaringan internet yang setia menyertai kita.
Kehadiran Tuhan dalam hidup manusia bisa dianalogikan seperti teknologi wi-fi. IA melingkupi seluruh kehidupan kita. Seperti dikatakan Pemazmur, "Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku." (Mazmur 139:5)
Masalahnya: apakah kita merasa senang dan tenang kalau terkoneksi dengan Tuhan? Senang karena kita bisa berbincang denganNya di mana pun dan kapan pun. Tenang karena kita bisa mengandalkanNya dalam situasi apa pun.
Kesetiaan Tuhan jauh melampaui kesetiaan nirkabel. Kasih setiaNya tetap bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Koneksi kita dengan wi-fi bisa terputus atau tidak mulus karena satu dan lain sebab, namun koneksi kita dengan Tuhan tetap langgeng; bahkan sekali pun kita berdosa, Tuhan tetap mengasihi kita dan mengharapkan kita kembali kepadaNya.
Setiap kali kita menggunakan wi-fi, ingatlah selalu akan satu Pribadi yang luar biasa, yang melingkupi kita bagai teknologi wi-fi. Tidak kasat mata, tetapi nyata ada.
Senin, 19 Januari 2015
Kamis, 15 Januari 2015
Setelah Menjawab: Ya
Setelah Abraham menyatakan kesediaannya berpindah dari tanah asalnya ke tempat yang akan ditunjukkan Allah,
Setelah Musa menyanggupi tugas yang dipercayakan Allah kepadanya untuk menghantar umat Israel ke tanah Kanaan,
Setelah nabi Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan dan Tuhan berbicara kepadanya untuk bernubuat kepada bangsa Israel,
Setelah Bunda Maria mengatakan, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu..."
Tak selalu semua tampak jelas,
Ada kalanya jalan berkabut, tak tentu kaki melangkah,
Padang gurun membentang, membangkitkan rasa takut menempuhnya,
Tugas beraneka macam, menimbulkan tanda tanya,
Kesulitan demi kesulitan dijumpai, menyurutkan rasa percaya....
"Jika orang ingin tahu pasti jalan yang dilaluinya, ia harus menutup matanya dan berjalan dalam kegelapan," kata St. Yohanes dari Salib.
Butuh keberanian untuk berani melepas segalanya,
membiarkan diri sepenuhnya dituntun Roh Allah,
tidak perlu mempersoalkan kejelasan jalan yang ditempuh,
yakin pada akhirnya tujuan tercapai....
Setelah Musa menyanggupi tugas yang dipercayakan Allah kepadanya untuk menghantar umat Israel ke tanah Kanaan,
Setelah nabi Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan dan Tuhan berbicara kepadanya untuk bernubuat kepada bangsa Israel,
Setelah Bunda Maria mengatakan, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu..."
Tak selalu semua tampak jelas,
Ada kalanya jalan berkabut, tak tentu kaki melangkah,
Padang gurun membentang, membangkitkan rasa takut menempuhnya,
Tugas beraneka macam, menimbulkan tanda tanya,
Kesulitan demi kesulitan dijumpai, menyurutkan rasa percaya....
"Jika orang ingin tahu pasti jalan yang dilaluinya, ia harus menutup matanya dan berjalan dalam kegelapan," kata St. Yohanes dari Salib.
Butuh keberanian untuk berani melepas segalanya,
membiarkan diri sepenuhnya dituntun Roh Allah,
tidak perlu mempersoalkan kejelasan jalan yang ditempuh,
yakin pada akhirnya tujuan tercapai....