Di hari Perayaan Engkau Dipersembahkan di Kenisah pada 2 Februari 2014, aku pun mempersembahkan diriku seutuhnya kepadaMu. Kehidupan duniawiku telah terkubur, seiring kepergian mendadak suamiku pada 24 Januari 2014. Bagiku tak ada lagi yang menarik dari dunia ini.
"Aku sedang mengantar kamu kepada Yesus," kata Bunda Maria pada 2 Februari 1989, yang ditulis ulang dalam buku renungan Ruah pada tanggal yang sama tahun ini. Perkataan IbuMu menggugahku. Aku ingat, di hari Natal tahun lalu, IbuMu membisikkan kepadaku, agar aku lebih kuat karena yang akan kuhadapi sekarang bukanlah godaan material atau godaan emosional, melainkan godaan spiritual. Kemudian, memasuki Tahun Baru, IbuMu berpesan agar aku siap menjalani penggemblengan khusus pada tahun ini.
Lalu, datanglah penggemblengan itu satu demi satu: suamiku direnggut dariku melalui serangan jantung. Sehari berselang, putriku diopname di rumah sakit karena typhus. Tiga minggu kemudian, saat aku menulis ini, giliran putraku diopname di tempat yang sama karena sakit yang sama.
Aku menerima semua itu sebagai bagian dari ujian iman dan cinta yang harus aku lalui, sebelum tiba saatnya - melalui hantaran IbuMu - aku bertemu dan bersatu denganMu sebagai Mempelaiku. Tidak ada salib yang terlalu berat untuk kupanggul, karena Engkau telah menyatakannya kepadaku, "Jangan lagi ada sedikit pun keraguan, jika kamu ingin berjalan bersamaKu."