Jadikanlah aku pintu gerbang kekudusan, ya Yesus, di mana melalui pintu ini, banyak orang dapat berjumpa denganMu dan mengasihiMu.
Kamis, 26 September 2013
Minggu, 08 September 2013
Takut MengikutiMu
Engkau memaparkan perumpamaan seorang yang hendak membangun menara dan raja yang hendak berperang - sebagai gambaran perencanaan yang matang bagi seorang yang hendak mengikutiMu (Lukas 14:28-32).
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.
MengikutiMu bukan sekadar kegembiraan memperoleh makanan jasmani (penggandaan roti) dan rasa takjub akan kesembuhan fisik (mukjizat penyembuhan); seperti yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berduyun-duyun mengikutiMu dalam perjalanan.
MengikutiMu membutuhkan kesediaan mengorbankan segalanya: keluarga, nyawa sendiri, dan milik (Lukas 14:26 dan 33). Setelah berkurban, masih ada tuntutan lain sebagai pengikutMu, yaitu memanggul salib. Semuanya tidak enak. Karena itu Engkau menggugah setiap orang untuk menimbang dengan saksama, sebelum memutuskan berjalan bersamaMu.
Ketika pengajaranMu tentang Roti Hidup dipandang sebagai perkataan yang keras (lihat Yohanes 6:60), banyak murid yang mengundurkan diri. Hanya 12 rasul dan beberapa pengikut lain yang setia mengiringiMu. Namun, mereka pun mundur, saat Engkau menapaki jalan salib.
Takut, itulah inti ketidakbersediaan orang-orang mengikutiMu. Takut kehilangan kenikmatan duniawi, takut melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang dicintai, takut menderita.
"Jangan takut!" Dalam Alkitab, sebanyak 365 kali kalimat itu diserukan olehMu. Artinya, kehidupan manusia setiap hari hendaknya dijalani tanpa rasa takut. Tak takut melepaskan segala keterikatan, tak takut menderita karena memanggul salib.
Ketika St. Yohanes Penginjil diberi penglihatan tentang langit yang baru dan bumi yang baru (lihat Wahyu 21:1-8), dalam perikop itu disebutkan, orang-orang penakut - disebutkan pertama kali, sebelum disebutkan pula: orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta - akan mendapat bagian di dalam lautan api yang menyala-nyala.
Orang-orang penakut yang takut mengikutiMu, mereka tidak akan melihat langit yang baru dan bumi yang baru.