Bunda Maria PERCAYA penuh kepada Allah atas seluruh hidupnya dengan mengatakan: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu," (Lukas 1:38). Selanjutnya, dalam segala pengalaman hidup yang dialami, terutama saat menghadapi tantangan-tantangan berat - menempuh perjalanan jauh ke Betlehem di tengah hamil tua, melahirkan di kandang, mengungsi ke Mesir membawa Bayi, kehilangan Yesus di Yerusalem, menemani Yesus dalam perjalanan menuju Golgota, berdiri di bawah Salib Yesus, menyaksikan wafat Putranya - Bunda Maria tetap KONSISTEN dalam imannya.
Konsisten percaya kepada Allah adalah kunci untuk bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan konsisten percaya kepada Allah, godaan-godaan dunia dapat dihalau. Bukan berarti bebas dari penderitaan, tetapi dalam penderitaan tetap percaya bahwa Allah akan menyelenggarakan yang terbaik bagi orang yang beriman dan berharap kepada-Nya.