Minggu, 31 Agustus 2025
Asal Berita - Berita Asal
Selasa, 26 Agustus 2025
Ketidakberdayaan atas Rahmat Allah
Di hadapan Allah, kita sungguh tak berdaya. Bahkan ketika kita menerima rahmat besar, kita merasa tak layak mendapat kasih Allah yang tercurah kepada kita.
Contohnya ketika Nabi Yesaya mendapat rahmat dengan melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan para malaikat memuji-Nya. Yesaya malah berkata, "Celaka aku! Aku binasa!... mataku telah melihat Sang Raja, Tuhan Semesta Alam." (Yesaya 6:4)
Yesaya merasa tak layak menerima rahmat penglihatan itu. Ia malah berpikir, dirinya bakal binasa karena telah melihat kebesaran Tuhan.
Demikian pula ketika berada di atas perahu Simon Petrus, Yesus meminta Petrus bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Petrus sempat protes, lantaran ia sudah berjuang semalaman mencari ikan, tetapi tidak berhasil.
Ketika Petrus menaati perkataan Yesus kepadanya, ia menebar jala dan memperoleh banyak sekali ikan. "Tuhan, pergilah dariku, karena aku ini seorang berdosa," kata Petrus kepada Yesus. (lihat Lukas 5:4-8)
Petrus mendapat rahmat besar dengan berlimpahnya tangkapan ikan. Tetapi ia malah merasa tidak layak menerima rahmat itu dan meminta Tuhan menjauhinya.
Tatkala Tuhan melimpahkan rahmat besar kepada kita, bagaimanakah tanggapan kita? Apakah kita bersikap seperti Nabi Yesaya dan Rasul Petrus, yang merasa tidak layak mendapatkan kasih karunia dari Allah?
Jangan sampai ketidakberdayaan kita sedemikian besar, sehingga kita tidak bersyukur atas rahmat Tuhan dalam hidup kita.
Minggu, 17 Agustus 2025
Nasi Uduk Kemerdekaan
Setiap perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI, kami menyantap nasi uduk. Bertahun-tahun kami melakukannya, atas permintaan almarhum suamiku. Terselip kisah heroik di balik kebiasaan ini.
Ayah suamiku yang tak lain adalah bapak mertuaku, seorang pejuang kemerdekaan di era pendudukan Jepang. Suatu ketika, beliau tertangkap dan dijebloskan ke penjara. Diputuskan, semua 'pemberontak' akan dihukum mati, termasuk bapak mertuaku.
Hukuman mati itu tak pernah terlaksana, lantaran Jepang kalah oleh Amerika Serikat dalam peristiwa Hiroshima dan Nagasaki. Jepang menarik diri dari Indonesia. Para pejuang kemerdekaan dibebaskan.
Bapak mertua meminta keluarganya untuk selalu mengucap syukur atas peristiwa pembebasan itu dengan menyantap nasi uduk pada Peringatan Kemerdekaan RI. Aku tak sempat mengenal bapak mertua, karena beliau telah dipanggil Tuhan, bahkan ketika suamiku masih remaja.
Tradisi menyantap nasi uduk pada perayaan Hari Kemerdekaan RI tetap berlanjut. Setiap tahun, meski suamiku juga telah menghadap Tuhan, kami meneruskan kebiasaan ini.
Bukan sekadar melanjutkan tradisi keluarga, terlebih sebagai ungkapan syukur atas kuasa Tuhan yang telah menganugerahkan kemerdekaan pada waktu yang tepat, kepasrahan pada perlindungan Tuhan dalam situasi yang tidak pasti, dan rasa hormat kepada para pejuang yang berani mengorbankan segalanya untuk kemerdekaan Tanah Air.
Istirahat damai abadi bagi para pejuang bangsa.
Dirgahayu Republik Indonesia.
Kamis, 07 Agustus 2025
Akibat Ketidaksetiaan
Di Meriba umat Israel protes kepada Musa dan Harun: "Mengapa kamu membawa kami ke tempat celaka ini, tempat bukan untuk menabur, juga tanpa pohon ara, anggur, dan delima, bahkan air minum pun tidak ada?" (Bilangan 20:5)
Musa dan Harun lalu menghadap Tuhan. "Ambillah tongkatmu itu. Engkau dan Harun, saudaramu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya memberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya," firman Tuhan kepada Musa (Bilangan 20:7-8).
Tetapi, ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu, Musa berkata lain dari yang dipesankan Tuhan: "Dengarlah, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?" (Bilangan 20:10) Musa lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, keluarlah air banyak sekali.
Cermatilah kalimat-kalimat itu, terutama yang diberi warna biru. Perintah Tuhan kepada Musa tidak dilaksanakan dengan tepat. Mungkin Musa sudah jenuh dan kesal menghadapi kebebalan bangsanya, sehingga ia melontarkan kata-kata yang tidak sesuai dengan perkataan yang ingin Tuhan sampaikan kepada umat-Nya.
Akibat ketidaksetiaan Musa dan Harun terhadap perintah Tuhan, ia tidak diizinkan Tuhan memasuki tanah terjanji Kanaan. Tuhan berfirman kepada Musa: "Sebab kamu berdua telah berlaku tidak setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat air Meriba di Kades di Padang Gurun Zin, dan tidak menghormati kekudusan-Ku di tengah-tengah orang Israel." (Ulangan 32:51)
Tuhan menghendaki kita selalu setia sepenuhnya kepada-Nya.
Selasa, 29 Juli 2025
Burung Elang dan Burung Gagak
Ada kisah bagus tentang burung elang dan burung gagak yang kubaca hari ini dan bisa menjadi refleksi kita.
Burung elang dan burung gagak punya relasi yang menarik. Burung gagak sering mencoba mengganggu dengan mematuk-matuk tubuh burung elang, tetapi biasanya burung elang tidak menggubrisnya.
Burung elang memilih terbang lebih tinggi untuk menghindari perselisihan dengan burung gagak. Ketika burung elang terbang semakin tinggi, buruk gagak kewalahan. Ia tak sanggup terbang di ketinggian, akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan burung elang.
Dalam menjalani kehidupan, kita pun sering kali mendapat bermacam gangguan dari orang-orang di sekitar kita. Belajar dari burung elang, kita tak perlu menggubrisnya. Lebih baik kepakkan 'sayap' kita dan terbang lebih tinggi, mendekat kepada Tuhan.
Lama-kelamaan gangguan-gangguan itu tidak lagi berdampak bagi kita. Mereka pergi karena tak berhasil menjatuhkan kita. Bersikaplah seperti burung elang.
Kamis, 24 Juli 2025
Bunda Pengatur Sempurna Segala Rahmat Allah
Sering pikiran kita sudah membayangkan hal-hal negatif yang bakal terjadi. Mungkin ada benarnya sebagai antisipasi. Tetapi hal-hal negatif yang terus mencengkeram pikiran kita, membuat hati tidak jernih dan kita tidak bisa menikmati berkat-berkat Tuhan saat ini.
Jauh hari aku telah merencanakan liburan bersama keluarga. Tiba-tiba ada pekerjan yang harus dilakukan bersamaan dengan waktu libur itu. Kecemasan melanda. Bagaimana saya bisa membagi waktu antara liburan dan pekerjaan? Saya bakal tidak bisa menikmati libur dengan sukacita.
Namun kedua kepentingan itu tak dapat dihindari. Maka, aku hadapi dan jalani saja sambil memohon melalui Bunda Maria pengantara segala rahmat, agar ia membantu mengatur jadwalku.
Mengilas balik hari-hariku, tampak jelas Bunda Surgawi mengatur segalanya dengan baik, sehingga aku dapat menikmati libur bersama keluarga di sela-sela pekerjaanku.
Gereja memberikan gelar Bunda Pengantara Segala Rahmat kepada Santa Perawan Maria. Semoga suatu saat Gereja pun berkenan menganugerahkan gelar Bunda Pengatur Sempurna Segala Rahmat Allah kepadanya.
Terima kasih Bunda Maria!
Selasa, 08 Juli 2025
Aura Farming
Seorang anak dari Kuantan Singingi - Riau mendadak jadi perbincangan di jagat maya di awal Juli ini. Video aksi Rayyan Arkan Dikha atau yang akrab disapa Dikha, menari di atas perahu dalam lomba Pacu Jalur di daerahnya, viral di media sosial.
Gerakan-gerakan tubuhnya yang sederhana tetapi unik, segera diikuti berbagai kalangan di segenap penjuru dunia - mulai dari klub sepak bola terkemuka sampai orang-orang biasa dari aneka negara yang menirukan gerakan-gerakan tari Dikha. Pelajar berusia 10 tahun ini lantas dinobatkan sebagai aura farming paling top sedunia.
Istilah aura farming populer di kalangan Gen Z, menggambarkan seseorang yang menampilkan sisi karismatik dan keren dari dirinya secara alami, tanpa perlu usaha keras dan tidak dibuat-buat.
Membuka Kitab Suci, menyimak perkataan dan perbuatan Yesus Kristus selama hidup-Nya dalam keempat Injil; kalau sampai sekarang Yesus dapat dilihat secara kasat mata dan hidup di tengah-tengah kita, tentu Yesus akan menjadi aura farming terkemuka sejagat, karena sisi karismatik dan keren yang terpancar dari diri-Nya.
Kehadiran Yesus selalu memesona, membuat banyak orang berbondong-bondong mengikuti-Nya, seperti ditulis dalam Injil. Sudahkah kita menjadikan Yesus sebagai aura farming, yang menggerakkan kita untuk mengikuti sikap dan perbuatan-Nya dalam hidup kita?