Rabu, 29 November 2023

Ketinggalan Zaman?

Banyak gereja beralih fungsi di negara-negara maju, seolah umat manusia tak butuh lagi tempat untuk beribadah, menyembah dan memuji Tuhan. Lalu muncul suara-suara agar Gereja introspeksi diri, melakukan terobosan-terobosan supaya tidak ketinggalan zaman. 

Apakah ajaran-ajaran Yesus Kristus yang disampaikan-Nya di muka bumi ini lebih dari 2000 tahun silam sudah ketinggalan zaman, sehingga perlu disesuaikan dengan zaman sekarang?

Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Ibrani, "Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing." (Ibrani 13:8-9)

Kita mengimani Yesus Kristus yang tetap sama, berarti ajaran-ajaran yang disampaikan-Nya pun tetap sama untuk zaman lampau, zaman sekarang, dan zaman yang akan datang. Berhati-hatilah menanggapi gejolak saat ini. Teguhkan iman dan pengharapan hanya pada Kebenaran Kristus. 

Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu: Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya, yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin. (1 Timotius 6:13-16)

Sabtu, 04 November 2023

Kuangkat Jiwaku

Dalam mazmurnya, Daud berujar, "Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku." (Mazmur 25:1)

Pada mazmur yang lain, Daud berdoa, "Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. (Mazmur 86:4-5)

Apa artinya "kuangkat jiwaku"? Mengangkat jiwa menyiratkan keterarahan budi dan hati seseorang kepada Tuhan. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Dengan mengangkat jiwa, seseorang secara sadar melepaskan jiwanya dari ikatan-ikatan yang mengikat dalam tubuhnya, kemudian mengarahkan jiwanya ke tingkat roh untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

Seperti diteladankan Daud, kita pun dapat mengangkat jiwa kita untuk mendekatkan diri ke Tuhan dan berelasi akrab dengan-Nya. 

Betapa jiwa kita akan bersorak kegirangan, memuji Tuhan dengan segenap hati; tatkala kita yang masih menjejak di bumi ini dapat mengangkat jiwa kita naik ke tingkat roh, untuk menatap Roh Tuhan dengan mata batin dan merasakan kesatuan dengan-Nya.

Rabu, 01 November 2023

Perantaraan Para Kudus

Para Kudus yang telah mulia di surga, selalu berdoa bagi dunia, terutama untuk umat beriman kristiani yang menyerukan nama para Kudus dan memohon doa melalui perantaraan mereka. 

Saat para Kudus melihat dari surga berbagai penderitaan di bumi, mereka tidak menjadi tawar hati dan terbeban, karena mereka telah keluar dari kesusahan besar dan telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba (lihat Wahyu 7:14). Selalu ada sukacita di surga atas kemenangan Anak Domba Allah.

Para Kudus di surga memandang segalanya dengan penuh syukur atas Keagungan dan Kerahiman Allah. Mereka berdoa bagi umat manusia yang masih berziarah di bumi. Mereka percaya akan kuasa kasih Tuhan untuk penyelesaian segala masalah yang dihadapi umat manusia, karena mereka sendiri telah mengalami  penderitaan salib ketika mereka hidup di dunia.

Jumat, 13 Oktober 2023

Doakanlah Ini di Kala Menderita atau Sakit

Dalam penampakan Bunda Maria di Fatima - Portugal selama 6 kali (13 Mei - 13 Oktober 1917), ada dua doa yang diajarkan Bunda Maria kepada tiga anak gembala. Kedua doa singkat ini disampaikan Bunda Maria pada penampakan ke-3 tanggal 13 Juli 1917.

Pertama, doa singkat yang sudah biasa kita daraskan di akhir setiap peristiwa dalam doa Rosario. Kepada Lusia, Fransiskus, dan Yasinta - Bunda Maria berkata: "Ketika kalian berdoa Rosario, setelah setiap peristiwa, ucapkanlah: Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan Kerahiman-Mu."

Kedua, doa singkat yang diminta Bunda Maria kepada kita melalui ketiga anak gembala untuk kita doakan, ketika kita mempersembahkan korban. Doa ini sangat singkat dan penuh makna. Dengan mendoakannya, kita menyatukan segala penderitaan yang kita alami dan beban hidup kita kepada Tuhan Yesus sebagai persembahan kita untuk pertobatan orang-orang yang berdosa.

Bunda Maria berkata kepada tiga anak gembala: "Persembahkan korban-korban bagi para pendosa dan ulangi sesering mungkin, secara khusus ketika mempersembahkan sebuah korban, katakanlah: Yesus, semua ini demi cinta kepada-Mu, untuk pertobatan para pendosa, dan demi pemulihan dosa-dosa yang melawan Hati Bunda Maria yang Tak Bernoda."

Dalam keadaan sakit atau menderita, ketika kondisi lemah tak berdaya, kita dapat mendaraskan doa singkat yang diajarkan Bunda Maria itu secara perlahan dan penuh penghayatan. Doa singkat ini dapat diulang berkali-kali, sampai kedamaian meliputi hati dan rasa sakit tak lagi mendera kita. 

Inilah cara sederhana untuk menyatukan rasa sakit dan penderitaan kita dengan penderitaan Tuhan Yesus dan Bunda Maria, sehingga kesakitan yang kita alami tidak sia-sia, melainkan dapat menjadi sarana pertobatan bagi jiwa-jiwa yang berdosa - siapa pun mereka.

Kamis, 05 Oktober 2023

Sukacita karena Tuhan

 Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu! (Nehemia 8:11b)

Bersukacita karena Tuhan membuat kita mampu selalu mengucap syukur kepada-Nya

Bersyukur dan memuji Tuhan sangat penting, agar kita terhindar dari percikan-percikan pikiran negatif yang dapat memicu kita untuk mengabaikan Tuhan dan menyalahkan Tuhan atas kejadian-kejadian yang kurang berkenan yang terjadi dalam hidup kita.

Bersyukurlah senantiasa!

Senin, 02 Oktober 2023

Malaikat Pelindung

Aku masih ingat mimpi itu dengan jelas. Aku berada di ruang kemudi kereta. Aku duduk dikelilingi empat pria dewasa. Dua orang duduk di sisi kiriku, sedangkan dua orang lagi berdiri di sisi kananku. Semua menatap ke arah masinis yang sedang mengoperasikan kereta.

Seraya berurai air mata, aku bertanya ke masinis, "Aku mau dibawa ke mana?" Sang masinis hanya tersenyum padaku, tidak menjawab sepatah kata pun. Keempat pria yang berada di sampingku berusaha menenangkan diriku. Salah satunya berkata, "Tenang, kami akan menemanimu...." Aku terbangun.

Mimpi tersebut kualami beberapa minggu setelah suamiku dipanggil Tuhan. Siapakah keempat pria itu? Sampai saat ini aku meyakini mereka adalah 3 Malaikat Agung dan Malaikat Pelindungku yang diutus Tuhan untuk menemani sepanjang perjalanan hidupku selanjutnya.

Setelah lebih dari sembilan tahun berlalu, penyertaan Santo Mikael, Santo Gabriel, Santo Rafael, dan Mr. Stronger - Malaikat pelindungku; tetap kurasakan. Terima kasih Tuhan untuk malaikat-malaikat-Mu. 

Malaikat Allah, engkau yang diserahi oleh kemurahan Tuhan untuk melindungi aku, terangilah, lindungilah, bimbinglah, dan hantarkanlah aku. Amin.


Minggu, 17 September 2023

Seperti Dongeng

Dalam Injil, ada satu peristiwa yang seperti dongeng; ketika Yesus meminta rasul Petrus memancing ikan, lalu mengambil uang 4 dirham dari ikan pertama yang dipancingnya untuk membayar pajak bagi Yesus dan Petrus. (lihat Matius 17:27)

Semasa hidup-Nya di dunia, Yesus melakukan banyak mukjizat seperti menyembuhkan orang-orang sakit, menggandakan roti, mengusir roh jahat, membangkitkan orang mati. Tetapi kisah memancing ikan dan mengambil uang dari mulut ikan untuk membayar pajak, bagaikan dongeng Hans Christian Andersen. Saya sangat menyukai kisah yang diceritakan secara singkat oleh Injil Matius ini, karena memperlihatkan Tuhan selalu punya cara tak terduga untuk menolong manusia.  

Adakah mukjizat bak dongeng yang pernah Anda alami?