Kamis, 24 Agustus 2023
Misteri-Mu
Selasa, 15 Agustus 2023
Kasih Seorang Anak
Selasa, 08 Agustus 2023
Berprasangka Buruk
Miryam dan Harun mengatai Musa, lantaran adik mereka itu mengambil seorang perempuan Kush sebagai istrinya. Lalu mereka berdua mempertanyakan, apakah Tuhan berfirman hanya dengan perantaraan Musa? (lihat kitab Bilangan 12:1-15)
Tuhan mendengar perbincangan Miryam dan Harun, memanggil mereka ke Kemah Pertemuan. Tuhan membela Musa. "Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa Tuhan. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" (Bilangan 12:8)
Akibat berprasangka buruk terhadap Musa, Tuhan menghukum Miryam dengan sakit kusta. Ia harus dikucilkan di luar perkemahan selama tujuh hari. Tuhan kemudian berkenan menyembuhkan Miryam karena doa Musa: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia." (Bilangan 12:13)
Kita dapat memetik hikmah dari pengalaman Miryam dan Musa tersebut. Hanya karena berprasangka buruk terhadap orang pilihan Tuhan, Miryam mendapat hukuman dari Tuhan. Dan Musa, meskipun dipandang rendah dan buruk oleh kakaknya, tetap tulus hati memohon kepada Tuhan untuk kesembuhan kakaknya. Tuhan membela orang yang hidup seturut firman-Nya.
Jumat, 14 Juli 2023
Selembar Brosur
Seorang teman mengaku tertarik kepada agama Katolik lantaran selembar brosur yang ia temui di jalan. Informasi tentang suatu acara yang akan diselenggarakan di sebuah gereja Katolik telah membawa ibu ini mengenal Kristus, kemudian mengimaninya.
Pengalaman ini diceritakan temanku bertahun silam, tetapi aku selalu mengingatnya sebagai penyemangat. Tak ada kata-kata yang terbuang percuma, tak ada perasaan sia-sia saja mewartakan. Tuhan selalu punya cara untuk menjangkau jiwa-jiwa.
Demikian pula ratusan tulisan yang ada di blog ini, semoga menjadi berkat bagi yang membacanya.
Selasa, 11 Juli 2023
Menghargai Pemberian
Vincent van Gogh (1853-1890), pelukis terkenal asal Belanda menyandang sakit mental. Suatu malam menjelang Natal tahun 1888, van Gogh memotong daun telinga kirinya dengan pisau cukur, setelah bertengkar dengan temannya yang juga pelukis. Ia ditemukan polisi dan dibawa ke rumah sakit.
Setahun berselang, kepada dokter Felix Rey yang telah mengobatinya, van Gogh memberikan lukisan karyanya Potret Dokter Felix Rey. Namun, rupanya sang dokter muda ini tidak suka lukisan. Ia bahkan sempat memakai lukisan dari van Gogh itu untuk memperbaiki kandang ayamnya. Kemudian, lukisan Potret Dokter Felix Rey beralih ke tangan orang lain. Tahun 2016, lukisan yang dipajang di Museum Seni Rupa Pushkin di Moskow itu diperkirakan bernilai lebih dari US$ 50 juta.
Seberapa besarkah penghargaan kita kepada pemberian orang lain? Seberapa besar pula kita sebagai umat beriman kristiani menghargai pemberian diri Kristus? Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari.
Sabtu, 01 Juli 2023
Wajah-Mu
(Dirangkai dari Mazmur 27:8, Mazmur 31:17, Mazmur 119:135, Mazmur 17:15)
Senin, 26 Juni 2023
Perjalanan Abram adalah Perjalanan Kita
Ketika Tuhan meminta Abram (kemudian bernama Abraham) pergi dari tanah kelahirannya ke tempat yang akan ditunjukkan Tuhan kepadanya, Abram melaksanakan perintah itu dengan taat. Meski belum tahu tujuannya, tidak tahu apa yang bakal dijumpai dalam perjalanannya, berapa lama ia harus berjalan, Abram menjalani tanpa ragu. (lihat Kejadian 12:1-9)
Perjalanan Abram adalah perjalanan kita. Pada saat Tuhan meminta kita melakukan sesuatu - ibarat sebuah perjalanan, kita tidak tahu tantangan yang bakal kita hadapi dan apa yang akan kita alami dengan melakukan yang Tuhan kehendaki.
Seperti Abram yang percaya penuh kepada Tuhan yang memanggilnya, dengan iman yang teguh kita pun dapat melaksanakan dengan baik apa yang Tuhan inginkan dari kita.