Jumat, 28 April 2023
7.464 km
Minggu, 09 April 2023
Bangkit
Sabtu, 08 April 2023
Sabtu yang Sunyi
Jumat, 07 April 2023
Diam
"Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah." (Lukas 23:35)
"Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" (Lukas 23:37)
"Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!" (Lukas 23:39)
Kamis, 06 April 2023
Terima Kasih 7x
Minggu, 02 April 2023
Ketika Pujian Berganti Jadi Hujatan
Siapa yang tidak senang disanjung, dipuja-puji? Sekarang malah ada sebagian orang yang sengaja pamer, demi mendapat pujian.
Yesus pun mengalami puja-puji orang banyak, ketika Ia memasuki kota Yerusalem dengan menunggang keledai. Tetapi, Yesus tidak terbuai oleh teriakan orang-orang: "Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!" (Matius 21:9) Yesus sudah mengetahui, setelah puja-puji ini berakhir, kesengsaraan dan penderitaan menanti-Nya.
Pujian manusia tidaklah kekal. Dalam sekejap, pujian berganti jadi makian dan hujatan. Manusia mudah dibelokkan oleh berbagai kepentingan. Saat kita mengalami pujian berubah jadi cercaan, padahal kita melakukan yang baik dan benar, ingatlah akan pengalaman Yesus ini. Yakinlah, setelah kesengsaraan dan penderitaan, ada Paskah menanti.
Jumat, 17 Maret 2023
Menjawab dalam Persembunyian Guntur
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. (Mazmur 81:8)
Ketika bangsa Israel di bawah pimpinan Musa keluar dari Mesir untuk menuju tanah terjanji Kanaan, mereka melewati berbagai tempat. Dari padang gurun Sin, mereka meneruskan perjalanan dan berkemah di Rafidim. Tetapi di sana tidak ada air untuk diminum. Mereka mulai bertengkar dengan Musa. (lihat Keluaran 17:1-7)
Tuhan menjawab Musa, memintanya mengetuk gunung batu di Horeb dengan tongkat yang dipakai Musa saat memukul sungai Nil. Air memancar dari celah batu yang dipukul Musa, bangsa Israel dapat memuaskan dahaga mereka. Tempat itu kemudian dinamai Masa dan Meriba sebagai penanda di sana orang Israel telah mencobai Tuhan dengan mengatakan: "Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?"
Suara guntur pasti keras, menggelegar, tidak nyaman di telinga. Tetapi dalam ayat Mazmur di atas, justru dikatakan bahwa Tuhan menjawab manusia dalam persembunyian guntur.
Guntur melambangkan sesuatu yang tidak menyenangkan. Tetapi dengan iman kita yakin, di balik hal-hal yang tidak kita kehendaki: yang menyudutkan dan merugikan kita, yang menyakitkan dan melemahkan kita; sejatinya jawaban Tuhan tersedia di sana.