Senin, 30 Januari 2023

Konten yang Viral

Tingkah laku manusia semakin tak terkendali. Dalam sebuah tayangan di televisi, tampak remaja putri belasan tahun memakai palu merusak patung yang telah lebih dari 200 tahun menghiasi taman kota itu. Di negara berbeda, perempuan berusia sekitar 20 tahunan merekam adegan saat dirinya menjatuhkan dua kursi dari apartemennya di lantai 46. Ia tidak peduli, apakah di bawah sana ada orang atau kendaraan yang melintas dan bakal celaka kalau tertimpa kursi.

Kisah yang lebih menyayat: dua remaja pria memilih tidak menolong seorang remaja pria lain yang nyaris terjatuh ke sungai. Anak ini tampak sangat ketakutan, berpegang erat di tepi sungai demi mempertahankan diri. Tetapi kedua remaja lain itu malah merekam adegan, saat mereka melepaskan cengkeraman kuat remaja pria itu. Sang remaja tewas lantaran jatuh ke sungai dari ketinggian dan ia tidak bisa berenang.

Ketidakjujuran, kekerasan, kejahatan telah menjadi hal biasa demi konten yang viral di media sosial. Pokoknya, buat konten yang spektakuler - tanpa peduli akibatnya bagi orang lain atau lingkungan di sekitar; unggah di media sosial, viralkan supaya bisa memperoleh ketenaran dan uang. Nilai-nilai luhur dan kebaikan kalah, semata untuk egoisme pribadi. Padahal, ketenaran yang diperoleh karena konten yang viral tak bertahan lama.

Rasul Paulus menasihatkan yang berbeda. Sebagai anak-anak Terang yang telah dibangkitkan bersama Kristus, hendaklah kita mencari perkara yang di atas, di mana Kristus berada. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah (Kolose 3:2-3).

Hidup yang tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah, itulah yang perlu kita tekuni di dunia ini, sampai tiba saatnya kita kembali ke tempat asal mula kita diciptakan. Di sana tidak ada media sosial, tak perlu lagi mencari-cari konten untuk diviralkan.


Senin, 09 Januari 2023

Pemurnian Jiwa

Terkejut aku mendengar berita itu. Orang yang sebelumnya tampak selalu sehat, menderita sakit kanker stadium akhir di usia tujuh puluh tahunan. Tuhan, mengapa Engkau memperkenankan ini terjadi padanya? 

Dalam kontemplasi aku mendapatkan jawabannya: setiap orang perlu mengalami pemurnian jiwa, sebelum layak masuk ke Kerajaan Surga. Masa pemurnian jiwa bisa berlangsung cepat, bisa pula lama; sedangkan tempat pemurnian jiwa bisa terjadi di dunia - misalnya melalui sakit yang diderita atau cara pemurnian lain, bisa pula berlangsung setelah seseorang meninggal - yakni di api penyucian.

Terhadap orang yang tengah mengalami pemurnian jiwa, kita dapat memberi peneguhan dan penghiburan kepadanya; tetapi yang terutama ialah mendoakannya agar ia dengan ikhlas dan tabah menjalani pemurnian jiwa ini, sampai akhirnya Tuhan berkenan memberinya mahkota kemuliaan di Surga.


Kamis, 05 Januari 2023

Kurang Percaya

"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" tanya Natanael kepada Filipus yang datang kepadanya dan mengatakan telah menemukan Dia yang disebut Musa dalam kitab Taurat (lihat Yohanes 1:45-46).

Rasa kurang percaya kerap menjadi kendala bagi kita dalam memandang suatu hal. Memasuki tahun 2023 yang diramalkan banyak pihak bakal menjadi tahun dengan kesuraman ekonomi - adakah rasa kurang percaya akan penyelenggaraan kasih Tuhan menguasai hati dan hidup kita? Akankah kita seperti Natanael mengatakan: mungkinkah sesuatu yang baik terjadi di tahun 2023?

"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!" kata Yesus (Markus 9:23)

Rabu, 28 Desember 2022

Hadiah Natal yang Kuminta

O Bayi Yesus, Anak Allah yang datang ke dunia,
perkenankan aku memohon hadiah dari-Mu,
agar aku semakin dekat dengan Ibu-Mu,
memahami apa yang diinginkannya sebagai Bunda-Mu,
sehingga aku dapat membantunya menjadi abdi-Mu,
membuai-Mu dalam palungan hati,
memeluk-Mu dalam dekapan kasih.
 

Minggu, 25 Desember 2022

Berani Percaya

Natal adalah kesaksian orang-orang yang berani percaya bahwa perkataan Tuhan adalah benar dan penyelenggaraan Tuhan adalah baik!
 
*Ketika Maria didatangi Malaikat Gabriel, lalu disampaikan kepadanya bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang hendaknya dinamai Yesus (Lukas 1:30-31), Maria menyanggupi dan percaya karena ia adalah hamba Tuhan (Lukas 1:38).

*Ketika Yusuf ragu mengambil Maria sebagai istrinya, malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpinya dan mengatakan agar jangan takut memperistri Maria, karena anak yang di dalam kandungan Maria adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20).
 
*Ketika para gembala di padang sedang menjaga ternak, mereka didatangi malaikat yang memberitahu tentang kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Para gembala lalu pergi ke Betlehem, menjumpai Maria, Yusuf, dan Bayi Yesus di palungan (Lukas 2:8-18).

*Ketika orang-orang majus dari Timur datang ke Yerusalem untuk menyembah raja orang Yahudi yang baru dilahirkan, mereka mengikuti tuntunan bintang hingga sampai ke tempat Yesus dilahirkan (Matius 2:1-12).
 
Apakah kita juga berani percaya akan kebenaran perkataan Tuhan dan penyelenggaraan Tuhan dalam kehidupan kita? Ingatlah selalu kisah Natal, kisah tentang orang-orang yang berani percaya, sehingga kehidupan mereka diubah dan karya keselamatan Tuhan terlaksana.


Minggu, 18 Desember 2022

Kasih dan Pengampunan

Dua unsur pokok yang perlu ada dalam relasi antar-manusia ialah kasih dan pengampunan. Tanpa kasih yang murni dan pengampunan yang tulus, relasi berlangsung rapuh dan tak tahan goncangan.


Minggu, 27 November 2022

Pengalaman Pribadi dengan Tuhan

Ketika melihat imam atau biarawati yang telah lanjut usia, muncul tanya dalam hati: mengapa ada orang-orang yang bisa bertahan menjalani hidup membiara sampai lanjut usia, bahkan setia sampai ajal menjemput? 

Jawaban pertanyaan itu kuperoleh ketika menyaksikan video Romo Ari Saragih, OFM, tentang keluarnya Sr Christina Scuccia asal Italia, yang pernah memenangi kontes menyanyi di negaranya. (lihat video: Biarawati yang pernah Viral ini Memilih Meninggalkan Hidup Membiara/Mantan Suster Katolik - https://www.youtube.com/watch?v=iZInBjtkbFM).

Menurut Romo Ari, satu hal yang membuat kaum berjubah bisa bertahan dalam panggilan mereka adalah pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seseorang yang mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan melalui pengalaman hidupnya, akan mampu bertahan dalam panggilan hidupnya.

Merenungkan lebih lanjut pendapat Romo Ari itu, sepertinya pengalaman pribadi dengan Tuhan bukan semata milik eksklusif kaum berjubah. Setiap orang yang menaruh kepercayaan kepada Tuhan, tentu punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Seberapa berkesan dan mendalam pengalaman pribadi dengan Tuhan itulah yang akan menentukan seberapa besar iman seseorang kepada Tuhan.

Pengalaman pribadi dengan Tuhan menjadi bekal dan pegangan, tatkala kita menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Janganlah mudah melupakan kebaikan-kebaikan Tuhan yang telah kita alami dalam rentang kehidupan kita. Inilah yang akan memperteguh keyakinan kita bahwa Tuhan selalu menyertai dan melimpahkan berkat-berkat-Nya kepada kita.