Senin, 20 Oktober 2025

Di Mana Fokusnya?

Ziarah rohani bukan tanpa kendala dan rintangan. Kalau semua berjalan mulus dan happy-happy saja, di manakah nilai refleksi dan kerohaniannya?

Dalam 15 hari peziarahan ini, aku pun mengalami batu sandungan yang membuat hati kurang bersuka cita. Sempat aku tenggelam sejenak, menarik diri dan memilih diam. Ada pula pangalaman yang menimbulkan rasa takut. Aku berseru-seru kepada Bunda Surgawi dan Yesus Putranya, agar segera menarikku dari ketakutan yang mendera.

Suatu pagi, ketika mengikuti Perayaan Ekaristi, dalam hati muncul pertanyaan: di mana aku memfokuskan perhatianku? Kalau aku terus berkutat pada kejadian dan pengalaman yang tidak menyenangkan dan menakutkan, aku tidak akan menikmati peziarahan ini. Segalanya akan tampak bermasalah dan tidak menyenangkan.  

Ganti fokusnya! Arahkan ke hal-hal batiniah yang rohaniah. Jangan biarkan kerikil-kerikil yang terhampar di perjalanan menghambat langkah, maka kita dapat memetik buah-buah spiritualnya.

Selasa, 14 Oktober 2025

Kamar Mandi di Hotel

Beberapa bangunan hotel tempat kami menginap pada saat ziarah rohani di Eropa, tampak tua, interior kamarnya pun bernuansa kuno. Meski demikian, kamar mandinya tampil modern dengan keramik putih, shower dan wastafel yang bersih. 

Bisa dikatakan, kamar mandi merupakan inti atau jantung dari kamar tidur di hotel. Ruangan ini selalu menjadi perhatian utama pemilik hotel, sehingga selalu diberi perhatian khusus dan diperbarui secara berkala; agar para tamu betah menginap.

Hati kita merupakan inti atau bagian terpenting dari diri kita. Apakah kita menaruh perhatian besar terhadap hati, seperti pemilik hotel yang mengutamakan tampilan kamar mandi di setiap kamar hotelnya?

"Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan, serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat." (Lukas 21:34)

Minggu, 12 Oktober 2025

Fatima

Tempat ziarah rohani pertama yang kami kunjungi setiba di Eropa adalah Fatima, Portugal. Fatima menyimpan banyak pesan, misteri, dan mukjizat terkait Santa Perawan Maria. 

* Di tempat inilah pada penampakan terakhir (ke-6) tanggal 13 Oktober 1917, Bunda Maria memperlihatkan keagungannya kepada tiga anak gembala - Lusia, Fransisko, dan Yasinta - serta 70.000 orang yang memenuhi Cova da Iria.

Dalam jarak jauh di samping matahari, ketiga anak gembala melihat Santo Yusuf dengan Kanak-Kanak Yesus dan Santa Perawan Maria. Penampakan itu kemudian lenyap, berganti dengan penampakan Tuhan Yesus dan Santa Perawan Maria. Setelah penampakan kedua lenyap, tampak Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel.

* Pada enam kali penampakan di Fatima, Bunda Maria menyampaikan pesan yang utama yang sama, agar kita berdoa Rosario setiap hari. Di penampakan ke-3 tanggal 13 Juli 1917, Bunda Maria mengajarkan doa singkat yang sekarang kita daraskan di akhir setiap peristiwa dalam doa Rosario:

"Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka dan hantarkanlah jiwa-jiwa ke dalam surga, terutama mereka yang sangat membutuhkan Kerahiman-Mu." 

* Satu hal yang menarik, ketika ketiga anak gembala ditahan oleh otoritas setempat pada 13 Agustus 1917, supaya tidak terjadi pertemuan dengan Bunda Maria; enam hari berselang, ketika anak-anak itu tidak berani mendekat ke Cova da Iria, hanya menggembala di tempat yang agak jauh, Bunda Maria tetap menemui mereka pada 19 Agustus 1917.

Di area yang bernama Valinhos, ada monumen dengan ikon Bunda Maria - menandai tempat penampakannya di sana. Penampakan Bunda Maria di Valinhos membuktikan kesetiaan Bunda Maria pada janji yang diucapkannya kepada tiga anak gembala, bahwa Ia akan menemui mereka setiap tanggal 13 dalam bulan. 

* Fatima menjadi sumber inspirasi bagi St. Maximilian Maria Kolbe ketika ia mendirikan komunitas Militia Immaculata atau Tentara Imakulata tahun1917. Father Stefano Gobbi juga memperoleh lokusi batin dari Bunda Maria, ketika ia berdoa di Fatima. Imam asal Italia ini lalu mendirikan Gerakan Imam Maria yang memelopori doa Senakel tahun 1973.

Sampai sekarang, Fatima menjadi tempat ziarah umat Katolik yang selalu ramai dikunjungi, untuk menunjukkan hormat dan bakti kita kepada Santa Perawan Maria.

Fatima, aku menanti mukjizatmu di zaman ini.


Jumat, 10 Oktober 2025

Persiapan Berangkat

Menyiapkan barang-barang untuk dibawa, ketika kita akan berangkat ke tempat yang jauh untuk jangka waktu cukup lama, merupakan kesibukan tersendiri yang menyita waktu. Kita mengumpulkan barang-barang yang kita butuhkan, menatanya dalam koper, mengatur semua dengan baik.
 
Seperti menyiapkan koper-koper ketika kita akan berangkat ke luar kota atau ke luar negeri, demikian pula sejatinya hidup kita di dunia. Kita tengah menyiapkan hal-hal yang akan kita bawa sebagai bekal dalam kehidupan kekal. Apakah kita sudah menyiapkannya dengan sepenuh hati dalam setiap waktu kita? Apakah kita telah mengumpulkan bekal yang kita butuhkan nanti dan menatanya dengan baik? 
 

Minggu, 21 September 2025

Pada Akhirnya....

Sebagus apa pun rencana kita, serapi apa pun kita menatanya agar berjalan baik, sering kali ada hal tak terduga - yang tiba-tiba terjadi, membelokkan arah, dan kita menerimanya dengan lapang hati sebagai kehendak Tuhan.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9)


Selasa, 16 September 2025

Kejujuran

Sebesar apa pun niat kita untuk hidup jujur, tak dapat berjalan mulus jika di sekitar kita masih banyak orang yang tidak menganggap penting kejujuran. Namun, prinsip selalu mengedepankan kejujuran hendaknya tetap menjadi pegangan kita, meski orang-orang di sekeliling kita melakukan yang sebaliknya.

Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya. Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. (Amsal 11:3-4)

 

Jumat, 05 September 2025

Doa Penyerahan Diri kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria

Di dalam buku saku Aneka Doa kepada Maria, ada sebuah doa yang indah dan penuh makna. Entah siapa yang menulis doa ini dan dari mana asalnya, tidak ada keterangan. Namun, doa singkat kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria ini bisa kita daraskan setiap hari. Alasannya?

Ketika menampakkan diri kepada tiga anak gembala di Fatima - Portugal, pada penampakan tanggal 13 Juni 1917 Bunda Maria mengatakan kepada Lusia dos Santos, salah satu pelihat, "Yesus ingin agar engkau membuatku dikenal dan dicintai. Ia ingin dunia mengadakan devosi kepada Hatiku yang Tak Bernoda...."

Salah satu wujud devosi sederhana kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria ialah ketika kita menyerahkan diri kepada Hatinya. Melalui penyerahan diri, hati kita akan dibentuk oleh Bunda Maria, agar makin menyerupai hatinya. Setelah hati kita menyerupai hati Bunda Maria, Bunda Maria akan menyatukan hati kita dengan Hati Mahakudus Yesus, Putra tercintanya.

Doa yang akan dibagikan berikut ini sangat berkesan, karena kita tidak mendaraskannya semata untuk diri sendiri, melainkan kita memohon kepada Bunda Maria agar nyala hatinya turun ke atas seluruh umat manusia, mengingatkan bila kita berdosa, memberikan kesehatan rohani, dan dipertobatkan berkat nyala hatinya.

Anda tertarik mendoakannya setiap hari? Sebarkan juga, agar makin banyak orang kristiani memiliki hati seperti Hati Tak Bernoda Bunda Maria.

 

Doa Penyerahan Diri kepada Hati Tak Bernoda Bunda Maria

O Hati Tak Bernoda Bunda Maria yang menyala dengan kebaikan, 
perlihatkanlah kasih sayangmu kepada kami.
Semoga nyala hatimu, ya Bunda Maria, 
turun ke atas seluruh umat manusia.
Kami sangat mencintaimu,
ukirlah cinta kasih sejati dalam hati kami,
sehingga kami terus-menerus mendambakanmu.
O Bunda Maria yang lembut dan rendah hati,
ingatkan kami apabila kami berdosa.
Berilah kesehatan rohani kepada kami,
berkat Hatimu yang Tak Bernoda.
Biarkanlah kami senantiasa melihat kebaikan hatimu sebagai Bunda,
dan perkenankanlah kami dipertobatkan berkat nyala hatimu.
Amin.