Senin, 31 Mei 2021
Gema Allah
Minggu, 23 Mei 2021
Mengapa Perlu Merayakan Pentakosta?
Mengapa setiap tahun Gereja merayakan Pentakosta yang didahului dengan Novena Roh Kudus? Bukankah umat beriman kristiani sudah menerima Roh Kudus melalui Sakramen Krisma? Jawaban atas pertanyaan ini tidak ditelaah dari sudut keilmuan atau tafsir Kitab Suci dan sebagainya, melainkan hanyalah pemahaman sederhana.
Ketika Allah menciptakan manusia, Ia menghembuskan napas kehidupan yang adalah Roh Kudus, Roh-Nya sendiri ke dalam hati manusia. Dalam perjalanan hidup manusia di dunia yang sarat godaan, sering kali Roh Kudus yang ada di hati setiap insan memudar lantaran jiwa manusia lebih condong pada roh-roh dunia.
Melalui Novena Roh Kudus dan puncaknya perayaan Pentakosta, umat beriman kristiani diingatkan kembali akan perlunya memperkuat Roh Allah yang bersemayam di dalam hati, sehingga jiwa tidak mudah terpikat daya tarik roh-roh dunia. Roh Allah yang menguasai jiwa, memampukan jiwa berpikir, merasa, dan bertindak seperti Kristus.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. (1 Tes 5:23)
Kamis, 13 Mei 2021
Fisik dan Roh
Sabtu, 01 Mei 2021
Ciri Bakti Sejati kepada Bunda Maria
Memasuki Bulan Maria, alangkah baiknya kita mengenal ciri-ciri bakti yang sejati kepada Bunda Maria seperti yang dikemukakan St. Louis-Marie de Montfort, sehingga kita dapat sungguh-sungguh berbakti kepada Santa Perawan Maria dengan tulus hati.
Lima Ciri Bakti sejati kepada Bunda Maria:
Rabu, 28 April 2021
Pemenuhan Kerinduan
Aku kerap berdoa, agar Tuhan memenuhi kerinduanku untuk semakin mengenal dan mencintai Bunda-Nya. Aku bergiat dalam devosi rutin kepada Santa Perawan Maria, tetapi tetap saja aku merasa belum dekat secara batin dengannya.
Keadaan tersebut berlangsung beberapa tahun, sampai aku menemukan seorang kudus yang melaluinya membawaku semakin mengenal dan mencintai Bunda Maria. Orang kudus itu ialah Santo Louis-Marie de Montfort yang diperingati Gereja Katolik setiap 28 April.
Sepanjang hidupnya yang mencapai usia 43 tahun, St. Louis-Marie de Montfort (1673-1716) giat mewartakan Kristus melalui kedekatan engan Bunda Maria. Beberapa buku ditulisnya, tetapi yang menjadi mahakarya adalah buku Baki yang Sejati kepada Maria - Persiapan Menghadapi Kerajaan Yesus Kristus.
Jika pembaca blog ini mendapati semakin banyak tulisan beraroma Bunda Maria belakangan ini, mohon dimaklumi seiring kebahagiaanku menemukan "harta karun." Aku ingin membagikannya, agar semakin banyak umat beriman kristiani yang mengenal dan mencintai Bunda Maria.
Kita tidak menganggap Maria sebagai tujuan akhir dari semua pelayanan kita, sebab tujuan akhir ini hanyalah Yesus Kristus. Maria sebagai tujuan dekat kita dan lingkungan rahasia kita serta sebagai sarana mudah kita untuk pergi kepada Yesus Kristus. (Bakti Sejati, 265)
Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau telah memenuhi kerinduan hatiku untuk dekat dengan Ibu-Mu melalui hamba-Mu, St. Louis-Marie de Montfort.
Kamis, 15 April 2021
Penundaan Bukan Pengingkaran
Aku tidak menyesali penundaan ini. Aku membuka diri seluas-luasnya bagi penyelenggaraan-Mu. Perbuatlah sesuai kehendak-Mu, itulah yang lebih utama. Engkau yang bergerak di dalam aku, buatlah aku peka akan gerakan-Mu.