BersamaMu Tuhan,
aku tak pernah merasa rugi
Semua yang Kau berikan,
membuatku selalu merasa beruntung
Terima kasih Tuhan
Sabtu, 13 Oktober 2018
Hanya Karena Rahmat
Dua tahun lalu aku pernah mencoba mempelajarinya, tetapi kedua tanganku tidak terampil merangkai manik-manik menjadi untaian kalung doa. Tanpa keinginan mencobanya terus, semua bahan kusimpan di gudang.
Hari ini, saat aku memegang kertas devosi kepada St. Theresia Lisieux, aku tergerak untuk membuat rangkaian manik-maniknya agar bisa kupakai berdoa. Segera kuambil manik-manik dan perlengkapan lain. Dengan semangat aku merangkai satu demi satu manik-manik. Sangat mudah.
Mengapa dua tahun silam aku menganggap keterampilan ini begitu sulit, sementara hari ini aku dapat mengerjakannya tanpa kesulitan?
Ketika merenungkannya, aku sepenuhnya menyadari, semua hanya karena rahmat. Tanpa rahmat Tuhan kita tidak bisa melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, dalam hal apa pun.
Terima kasih, Tuhan atas rahmatMu yang Kau curahkan pada saat kami membutuhkannya.
Hari ini, saat aku memegang kertas devosi kepada St. Theresia Lisieux, aku tergerak untuk membuat rangkaian manik-maniknya agar bisa kupakai berdoa. Segera kuambil manik-manik dan perlengkapan lain. Dengan semangat aku merangkai satu demi satu manik-manik. Sangat mudah.
Mengapa dua tahun silam aku menganggap keterampilan ini begitu sulit, sementara hari ini aku dapat mengerjakannya tanpa kesulitan?
Ketika merenungkannya, aku sepenuhnya menyadari, semua hanya karena rahmat. Tanpa rahmat Tuhan kita tidak bisa melakukan sesuatu yang berada di luar kemampuan kita, dalam hal apa pun.
Terima kasih, Tuhan atas rahmatMu yang Kau curahkan pada saat kami membutuhkannya.
Minggu, 30 September 2018
Tak Bisa Mengelak
Aku menolak tugas itu. Aku sudah pernah mengerjakannya beberapa bulan lalu. Biarkan sekarang giliran orang lain, supaya makin banyak orang terlibat aktif dalam pelayanan. Namun, dalam putaran waktu, tugas itu kembali kepadaku dengan cara tak terduga. Orang yang telah menyatakan kesediaan untuk menanganinya, mendadak dipanggil Tuhan.
Ah, Bunda Maria, jika engkau sudah menghendakinya, aku tak bisa mengelak darimu.
Ah, Bunda Maria, jika engkau sudah menghendakinya, aku tak bisa mengelak darimu.
Minggu, 16 September 2018
Lebih Kaya
Adakah yang lebih kaya
daripada menjalani hari-hari bersamaMu
dan mengalami keindahan cintaMu?
Untuk semua itu aku bersyukur dan bersukacita
daripada menjalani hari-hari bersamaMu
dan mengalami keindahan cintaMu?
Untuk semua itu aku bersyukur dan bersukacita
Jumat, 14 September 2018
Sukacita Salib
Salib lambang kehinaan dan penderitaan berat. Bagaimana kita dapat memanggul salib dengan sukacita?
Rasul Paulus mengatakan: Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)
Salib adalah kekuatan Allah. Yesus telah membuktikannya. Ia memberi teladan dalam memanggul salib - melalui jalan salib sampai kematianNya di atas kayu salib di Golgota.
Dengan mengikuti ajakan rasul Paulus agar kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, ikut berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita; maka kita dapat mengikuti jejak Kristus dalam memanggul salib. Yesus akan memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita kepada kesempurnaan (lihat Ibrani 12:1-2).
Salib yang Kau berikan kupanggul dengan sukacita, sebab Engkau sediri telah mencontohkannya.
Rasul Paulus mengatakan: Pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. (1 Korintus 1:18)
Salib adalah kekuatan Allah. Yesus telah membuktikannya. Ia memberi teladan dalam memanggul salib - melalui jalan salib sampai kematianNya di atas kayu salib di Golgota.
Dengan mengikuti ajakan rasul Paulus agar kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, ikut berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita; maka kita dapat mengikuti jejak Kristus dalam memanggul salib. Yesus akan memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita kepada kesempurnaan (lihat Ibrani 12:1-2).
Salib yang Kau berikan kupanggul dengan sukacita, sebab Engkau sediri telah mencontohkannya.
Sabtu, 18 Agustus 2018
Mengikuti KehendakMu
Ketika kita akan melakukan perjalanan entah ke luar kota atau ke luar negeri, kita menyusun perencanaan - mulai dari menetapkan tanggal keberangkatan dan kepulangan, membeli tiket transportasi, mengurus visa jika hendak ke luar negeri, memesan penginapan, membereskan koper dan barang bawaan, dan berbagai persiapan lainnya.
Makin jauh kita merencanakannya, berarti makin baik kita mempersiapkannya, kita dapat memperoleh harga tiket transportasi dan penginapan yang lebih murah; ketimbang kita terburu-buru mengurus semua itu.
Namun, meskipun kita telah merencanakan segalanya jauh-jauh hari, terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaan kita. Bagaimana menyikapi perbedaan antara perencanaan dan realisasi, antara harapan dan kenyataan?
Sertakanlah Tuhan dalam rencana perjalanan kita. Mulai dari munculnya gagasan untuk melakukan perjalanan, saat menyusun rencana perjalanan, mengurus segala keperluan perjalanan, melaksanakan perjalanan, hingga tiba kembali dari perjalanan.
Membawa rencana dan pelaksanaan perjalanan kita dalam doa setiap hari menjadikan kita lebih terbuka terhadap penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah pada doa Bapa Kami yang kita daraskan setiap hari ada unsur kepasrahan kepada kehendak Tuhan? "Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam Surga."
Tak perlu bersikeras harus mewujudkan semua yang telah kita rencanakan. Terimalah hal-hal tak terduga yang terjadi dalam pelaksanaan perjalanan kita sebagai bagian dari rencana indah Tuhan. Memang kita belum bisa memahaminya pada saat hal itu terjadi, namun percayalah kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan setelah hal itu berlalu.
Makin jauh kita merencanakannya, berarti makin baik kita mempersiapkannya, kita dapat memperoleh harga tiket transportasi dan penginapan yang lebih murah; ketimbang kita terburu-buru mengurus semua itu.
Namun, meskipun kita telah merencanakan segalanya jauh-jauh hari, terkadang apa yang terjadi tidak sesuai dengan perencanaan kita. Bagaimana menyikapi perbedaan antara perencanaan dan realisasi, antara harapan dan kenyataan?
Sertakanlah Tuhan dalam rencana perjalanan kita. Mulai dari munculnya gagasan untuk melakukan perjalanan, saat menyusun rencana perjalanan, mengurus segala keperluan perjalanan, melaksanakan perjalanan, hingga tiba kembali dari perjalanan.
Membawa rencana dan pelaksanaan perjalanan kita dalam doa setiap hari menjadikan kita lebih terbuka terhadap penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah pada doa Bapa Kami yang kita daraskan setiap hari ada unsur kepasrahan kepada kehendak Tuhan? "Jadilah kehendakMu, di atas bumi seperti di dalam Surga."
Tak perlu bersikeras harus mewujudkan semua yang telah kita rencanakan. Terimalah hal-hal tak terduga yang terjadi dalam pelaksanaan perjalanan kita sebagai bagian dari rencana indah Tuhan. Memang kita belum bisa memahaminya pada saat hal itu terjadi, namun percayalah kita akan dapat melihat kebaikan Tuhan setelah hal itu berlalu.
Rabu, 15 Agustus 2018
Bunda Maria Perlu Diangkat Ke Surga
Di dalam kitab Wahyu dituliskan, Yesus Anak Domba Allah yang telah mulia, berada di takhta Allah (lihat Wahyu 5:1-12). Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).
Kristus telah mulia, namun tugas di bumi belum selesai. Banyak manusia perlu ditarik pada keselamatan kekal. Untuk itu, perlu ada yang membantu meneruskan pewartaan Kerajaan Allah di dunia. Di sinilah Bunda Maria memegang peranan sangat penting.
Seperti dalam perjamuan kawin di Kana, Bunda Maria sibuk melihat berbagai kebutuhan umat manusia di bumi agar dapat memperoleh keselamatan, membisikkan kebutuhan itu kepada Sang Putra yang bertakhta di Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas besar ini, Bunda Maria perlu lebih dulu diangkat ke Surga oleh Putranya.
Setelah dimuliakan di Surga, Bunda Maria dapat bergerak bebas di dunia. Melalui beberapa penampakan di muka bumi, Bunda Maria menyerukan pertobatan kepada umat manusia, meminta orang-orang beriman melakukan silih bagi orang-orang berdosa, memohon agar jangan lagi menyakiti hati Tuhan.
Bunda Maria menjadi perantara segala rahmat dan jalan yang tidak akan menyesatkan bagi umat manusia menuju ke Surga.
Kristus telah mulia, namun tugas di bumi belum selesai. Banyak manusia perlu ditarik pada keselamatan kekal. Untuk itu, perlu ada yang membantu meneruskan pewartaan Kerajaan Allah di dunia. Di sinilah Bunda Maria memegang peranan sangat penting.
Seperti dalam perjamuan kawin di Kana, Bunda Maria sibuk melihat berbagai kebutuhan umat manusia di bumi agar dapat memperoleh keselamatan, membisikkan kebutuhan itu kepada Sang Putra yang bertakhta di Kerajaan Allah. Dalam menjalankan tugas besar ini, Bunda Maria perlu lebih dulu diangkat ke Surga oleh Putranya.
Setelah dimuliakan di Surga, Bunda Maria dapat bergerak bebas di dunia. Melalui beberapa penampakan di muka bumi, Bunda Maria menyerukan pertobatan kepada umat manusia, meminta orang-orang beriman melakukan silih bagi orang-orang berdosa, memohon agar jangan lagi menyakiti hati Tuhan.
Bunda Maria menjadi perantara segala rahmat dan jalan yang tidak akan menyesatkan bagi umat manusia menuju ke Surga.