Minggu, 01 Juli 2018

Sepasang Kaki yang Kuat

Betul, itulah yang kumohon kepadaMu. Aku memang membutuhkannya saat ini, ketika aku harus berjalan kaki menempuh jarak beratus meter hingga beberapa kilometer untuk mencapai halte bus, stasiun kereta, atau sebuah tempat.

Sudah berpuluh tahun aku terbiasa berkendara atau naik kendaraan umum, bahkan untuk mencapai tempat berjarak dekat. Kini di negeri orang, tak ada angkutan kota yang lalu-lalang, apalagi bisa berkendara sendiri dengan mobil sewaan.

Sepasang kaki kuat seperti kakiMu yang tanpa lelah menyusuri jalan-jalan di seputar Galilea dan Yerusalem. Itulah yang kuperlukan, supaya bisa menjangkau tempat-tempat yang ingin dikunjungi. Dan Tuhan mengabulkan permohonanku melalui suatu kejadian yang tak menyenangkan.

Suatu hari, aku bersikeras naik bus daripada harus berjalan kaki sejauh 1,5 km untuk pulang ke tempat penginapan. Tiba di persimpangan, rasanya sudah mendekati rumah yang terletak di pinggiran kota, kami berdua turun. Berjalan beberapa langkah, kami bingung dengan arah yang harus dituju.

Teknologi komunikasi sudah canggih, seharusnya kami membuka gadget untuk memperoleh petunjuk arah. Namun, hal itu tak dapat kami lakukan karena perangkat kehabisan batere. Berjalan tanpa kepastian arah, berusaha mencari tanda yang kami kenali di jalan-jalan yang kami lalui.... dua jam berlalu, akhirnya kami bisa tiba di tempat penginapan.

Mengilas balik rute yang kami tempuh saat tersesat dan mengukur jaraknya dengan Google Map, ternyata kami sudah berjalan kaki sejauh 4,5 km! Betapa ajaib caraMu, Tuhan Yesus - menunjukkan secara langsung lewat pengalaman ini: aku punya sepasang kaki yang kuat! Terima kasih atas anugerahMu.


Jumat, 22 Juni 2018

Misi Tersembunyi

Di sini kami berada selama dua bulan ke depan. Tempat dengan tatanan kehidupan masyarakat yang berbeda ditambah cuaca dingin, menyebabkan kami bertanya-tanya: apa yang Tuhan kehendaki untuk kami lakukan di sini?

Percayalah; sesungguhnya ada misi tersembunyi yang Tuhan berikan kepada kita, dari keberadaan kita di sebuah tempat. Misi itu ialah berdoa bagi bangsa dan negara di mana kita ditempatkan - untuk waktu yang singkat atau pun jangka panjang - selama keberadaan kita di tempat itu.

Senin, 18 Juni 2018

Berserah

Kerajaan Allah seumpama orang yang menabur benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. (lihat Markus 4:26-27)

Perkataan Yesus dalam Injil tersebut sungguh tepat untuk menenteramkan hati yang dilanda kecemasan. Setelah melakukan pekerjaan yang menjadi bagian kita, serahkan saja selebihnya kepada Tuhan. Bukankah Ia yang mengatur segalanya?

Tetaplah tenang menghadapi berbagai gejolak kehidupan.

Minggu, 10 Juni 2018

Orang Kuat di Dalam Rumah

Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. (Markus 3:27)

Perumpamaan yang disampaikan Yesus membawa pada pemahaman:
perlu orang kuat di dalam rumah batin kita, agar perampok tidak dapat memasukinya.

Orang yang kuat itu adalah Yesus Kristus yang bersemayam dalam hati kita. KeberadaanNya dalam diri kita memampukan kita melawan berbagai serangan perampok yaitu si jahat, yang selalu berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.


Sabtu, 09 Juni 2018

Persembahan yang Utama

Tiada persembahan 
yang lebih berkenan bagi Tuhan, 
selain persembahan 
berupa hati yang murni dan suci.

Minggu, 20 Mei 2018

Pentakosta Baru

Dunia yang diwarnai kerakusan,
                                   kekerasan,
                                   kebencian,
                                   kebejatan,
                                   kejahatan,

membutuhkan curahan Roh Kudus
dalam Pentakosta yang baru
                   Datanglah Roh Kudus
datanglah dengan perantaraan Bunda Maria yang Tak Bernoda - MempelaiMu,
seperti ketika Bunda Maria menyertai para rasul menantikan Roh Kudus
dalam Pentakosta perdana

Kamis, 17 Mei 2018

Harapan Allah kepada Manusia

Dalam Kejadian 22 kita membaca bagaimana Allah menguji iman Abraham dengan meminta Abraham mengurbankan anak tunggalnya. Abraham sangat taat kepada Allah. Ia mendengarkan firman Tuhan, maka ia lulus ujian iman.

Allah sangat terkesan kepadanya dan menjanjikan berkat berlimpah-limpah, keturunan yang sangat banyak. Keturunan Abraham akan menduduki kota-kota musuhnya dan melalui keturunan itu semua bangsa dibumi akan mendapat berkat (lihat Kejadian 22:17-18).

Itulah harapan Allah kepada manusia: Allah berfirman, manusia mendengarkan, dan melaksanakan firmanNya. Melalui ketaatan kepada Allah, manusia akan mendapat berkat melimpah.

Namun kenyataannya, tidak selalu tercipta relasi yang baik antara Allah dan manusia. Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel - keturunan Abraham - berulang kali terjadi ketidaksetiaan kepada Allah yang berakibat pada kemurkaan Allah, kehilangan berkat, dan tercerai-berainya bangsa Israel.

Bagaimana dengan keseharian kita? Sudahkah kita dengan tekun dan setia mendengarkan dan melaksanakan firmanNya?